Sabtu, 23 Mei 2026

10 Persen Warga Jabar Alami Gangguan Jiwa, 10.638 Orang Dipasung

Di tengah perkembangan industri di berbagai sektor, jumlah penderita gangguan jiwa di Provinsi Jawa Barat turut meningkat.

Tayang:
Editor: Dewi Agustina
Tribun Jabar/Firman Suryaman
Solihin mendampingi Dadan, anaknya yang mengidap gangguan jiwa, sebelum dibawa ke RSJ Cisarua, Bandung, Jumat (15/4/2017). TRIBUN JABAR/FIRMAN SURYAMAN 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Di tengah perkembangan industri di berbagai sektor, termasuk sektor informasi teknologi‎, jumlah penderita gangguan jiwa di Provinsi Jawa Barat turut meningkat.

Hal ini terjadi karena adanya perubahan sosiologis, psikologis yang begitu cepat, khususnya di Jabar.

Guru Besar Fakultas Keperawatan Unpad yang juga pakar keperawatan Indonesia, Prof Suryani, mengatakan bahwa di Indonesia, menimbang dari berbagai faktor biologis, psikologis, dan sosial dengan keanekaragaman penduduk di Indonesia, jumlah kasus gangguan jiwa terus bertambah.

Hal ini berdampak pada penambahan beban negara dan penurunan produktivitas manusia untuk jangka panjang.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 pun menunjukkan prevalensi gangguan mental emosional yang ditunjukkan dengan gejala depresi dan kecemasan untuk usia 15 tahun ke atas mencapai 14 juta orang.

Baca: Kisah Mistis di Jalur Nagreg, Melempar Rokok Sebelum Turunan hingga Sosok Bayangan Putih Menyeberang

Jumlah itu sekitar 6 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Untuk prevalensi gangguan jiwa berat, seperti skizofrenia mencapai sekitar 400.000 orang.

Di Jawa Barat, permasalahan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) ringan tercatat sebanyak 4.324.221 orang dari total penduduk 46.497.000 orang.

Sedangkan ODGJ berat sebanyak 74.395 orang. Pasung ada 10.638 orang.

"Undang-Undang No. 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa sudah disahkan tetapi pelaksanaannya belum dapat dilaksanakan," kata Suryani dalam rilis yang diterima Tribun Jabar, Senin (9/10/2017).

Hal ini diungkapkan Suryani dalam Peringatan Hari Kesehatan sedunia tahun ini.

Peringatan ini dimanfaatkan mahasiswa Magister Keperawatan Jiwa Unpad dengan menggandeng Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJI) Jawa Barat dengan menggelar talkshow tentang Sehat Jiwa.

Acara ini melibatkan Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa, Ketua IPKJI Jawa Barat, Aat Sriati, serta Bidang Pelayanan DPW PPNI Jawa Barat, Abdul Rofiq di Car Free Day Dago, hari Minggu kemarin.

Kegiatan ini bertujuan memberikan sosialisasi, edukasi dan kampanye anti stigma negatif bagi masyarakat.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved