Kamis, 28 Mei 2026

Empat Hotel Ini Jadi Lokasi Bisnis Esek-esek di Medan

Dari hasil pengungkapan Unit Pidum Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan, ada empat hotel yang dijadikan tempat transaksi bisnis esek-esek.

Tayang:
Penulis: Array Anarcho
Editor: Sugiyarto
Tribun Bali / I Wayan Erwin Widyaswara
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Alasan ekonomi membuat siapa saja rela melakukan apapun. Bahkan, sejumlah wanita muda nekat menjual diri demi memenuhi kebutuhan hidup mewah.

Bisnis esek-esek pun menjadi salah satu cara mendapatkan uang dengan cara mudah.

Transaksinya, kerap dilakukan di hotel-hotel yang ada di tengah kota.

Dari hasil pengungkapan Unit Pidum Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan, ada empat hotel yang dijadikan tempat transaksi bisnis esek-esek.

Menurut Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Febriansyah, empat hotel itu yakni Hotel Grand Sakura Jl HM Yamin, Hotel Emerald Garden Jl KL Yos Sudarso, Hotel Pardede Jl Juanda, dan Hotel Danau Toba Jl Imam Bonjol.

Dari empat hotel ini, petugas yang dipimpin Kanit Pidum, AKP Rafles Marpaung dan Panit Pidum, Iptu Herison Manullang mengamankan empat orang tersangka.

"Mereka yang kami amankan masing-masing SS, GKS, PH dan H. Dari keempatnya, kami menyita uang tunai jutaan rupiah," kata Febriansyah, Rabu (10/10/2017) sore.

Perwira berpangkat dua melati emas di pundak ini mengatakan, pihaknya juga menyita dua unit handphone, dua unit iPhone dan sejumlah alat kontrasepsi.

Handphone yang disita ini digunakan para pelaku untuk berkomunikasi dengan calon pemesan pekerja seks komersial.

"Empat tersangka ini bertindak sebagai mucikari. Tiap kali transaksi, maka mereka mendapatkan keuntungan ratusan ribu hingga jutaan dari PSK yang mereka tawarkan," kata Febriansyah.

Hal senada juga disampaikan Wakasatreskrim Polrestabes Medan, Kompol Ronni Bonic.

Kata Ronni, tindakan perdagangan orang ini cukup rapih. Para pelaku cukup hati-hati ketika menerima pesanan dari pria hidung belang.

"Anggota kami yang melakukan penangkapan terpaksa menyaru dengan cara berpenampilan rapih agar tidak dicurigai oleh para mucikari. Ketika mucikari sepakat dengan harga, disitulah anggota bergerak," kata Ronni.

Ia mengatakan, biasanya mucikari yang menentukan di hotel mana transaksi akan dilakukan. Tarifnya pun ditentukan oleh "induk semang" sang PSK.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved