Empat Sindikat Curanmor Pincang Ditembak Polisi

Polisi masih mengembangkan kasus ini lebih lanjut untuk mengetahui apakah ada pelaku lain yang terlibat

Penulis: Array Anarcho
Editor: Eko Sutriyanto
Tribun Medan/ Array A Argus
Kapolsek Percut Seituan, Kompol Pardamean Hutahaean dan Kanit Reskrim, Iptu Philip Antonio Purba ketika menginterogasi para tersangka pelaku pencurian motor yang kakinya ditembak karena melawan, Senin (16/10/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Medan Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Empat anggota sindikat pencurian kendaraan bermotor yang kerap beraksi di Kota Medan akhirnya diringkus Unit Reskrim Polsek Percut Seituan.

Petugas Polsek Percut Seituan yang dipimpin Kanit Reskrim, Iptu Philip Antonio Purba terpaksa menghadiahi empat tersangka dengan timah panas karena mencoba melawan.

Keempatnya adalah Ridwan Syahputra Hasibuan alias Ucok (19), Josten Samosir (22), Johannes Pakpahan alias Eko (22) dan Jibril Pasaribu (21).

Keempatnya ditangkap di tempat persembunyiannya yang ada di Pasar VII Tembung.

"Terakhir kali beraksi, keempatnya ini mencuri sekaligus dua unit motor yang ada di kos-kosan Jalan Kapten Jamil Lubis, Tembung pada Kamis (12/10/2017) kemarin. Motor yang dicuri  Honda Supra X 125 BB 2743 HS dan Yamaha R15 BK 2191 AGU," kata Kapolsek Percut Seituan, Kompol Pardamean Hutahaean, Senin (16/10/2017) siang.

Baca: Kronologis Penyerangan Kantor BNN Riau, Pelakunya Ditembak

Perwira berpangkat satu melati emas di pundak ini mengatakan, setelah menerima pengaduan dari pemilik motor masing-masing Ahmad Habibi dan Syafriandi, Pardamean memerintahkan Unit Reskrim turun ke lapangan.

Alhasil, didapatilah ciri-ciri kedua tersangka.

"Kemarin malam keempatnya kami tangkap. Namun, saat diamankan, para tersangka melawan dan berusaha melarikan diri," ungkap Pardamean.

Sesuai prosedur, polisi sempat meletuskan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali.

Karena tidak diindahkan, petugas terpaksa mengarahkan senjata apinya ke bagian kaki tersangka.

"Kami masih mengembangkan kasus ini lebih lanjut untuk mengetahui apakah ada pelaku lain yang terlibat. Jika nanti ada perkembangan, akan kami sampaikan," pungkas Pardamean.

Setelah ditembak di bagian kaki, keempat tersangka berjalan terpincang-pincang. Lantaran tak kuasa menahan sakit di kaki, keempatnya saling berangkulan ketika dihadirkan dalam gelar pemaparan.(Ray/tribun-medan.com)

TEKS FOTO: Kapolsek Percut Seituan, Kompol Pardamean Hutahaean dan Kanit Reskrim, Iptu Philip Antonio Purba ketika menginterogasi para tersangka pelaku pencurian motor yang kakinya ditembak karena melawan, Senin (16/10/2017)

Sumber: Tribun Medan
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved