Breaking News:

Pemilihan Gubernur Jabar

Dedi Mulyadi Pilih Fokus Bangun Perkaderan Golkar di Jawa Barat

Dedi Mulyadi mengaku tidak ingin berspekulasi tentang perubahan rekomendasi yang dikeluarkan oleh DPP partainya

TRIBUN/DANY PERMANA
Ketua DPD I Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan kepada wartawan usai melakukan pertemuan di DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (20/11/2017). Dedi Mulyadi menganggap Golkar sudah seharusnya melakukan perubahan struktur dan kultur partai. Hal tersebut dianggap dapat menyelamatkan elektabilitas partai pasca penahanan Ketua Umum Setya Novanto. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengaku tidak ingin berspekulasi tentang perubahan rekomendasi yang dikeluarkan oleh DPP partainya di Pilgub Jawa Barat 2018 mendatang.

Ia lebih memilih untuk fokus membangun perkaderan partai di Jawa Barat untuk kebesaran partai berlambang pohon beringin tersebut.

Menurut dia, ada jenjang perkaderan yang sebenarnya sudah menjadi tradisi partai namun belakangan terlupakan karena berbagai bisikan yang mempengaruhi pengambilan keputusan di internal partainya.

Hal ini, katanya, akan berakibat kontraproduktif terhadap perkembangan partai ke depan.

“Pola rekrutmen kader yang sudah berjenjang dan menjadi tradisi di Golkar saya kira sudah lama tidak berjalan dengan baik, tidak lagi berpijak pada sistem, mekanisme dan aturan partai sehingga keputusan yang diambil lebih kepada hasil bisikan, bukan sistem. Ini ke depan harus diubah agar Golkar kembali pada khittah-nya,” jelas Dedi dalam keterangan yang diterima Tribunnews.com, Selasa (21/11/2017).

Meski begitu, Bupati Purwakarta dua periode tersebut sejak awal memahami keinginan DPP Partai Golkar yang tidak merekomendasikan dirinya di Pilgub Jawa Barat 2018 mendatang.

Menurut dia, terdapat latar belakang psikologis, sosiologis dan faktor lain di balik keinginan tersebut.

“Dari awal saya memahami apa yang menjadi latar belakang DPP Golkar merekomendasikan orang lain. Sebagai kader, saya memahami kondisi itu sebagai bagian dari pendewasaan politik saya,” katanya.

Angin pergantian Ketua Umum DPP Partai Golkar yang hari ini berhembus juga tidak menjadikan dirinya geer menghadapi situasi. Sebagai kader, ia menyerahkan sepenuhnya terkait rekomendasi kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar yang baru.

“Itu menjadi ranah pimpinan baru. Saya yakin pimpinan yang baru berpijak pada mekanisme partai sehingga melahirkan keputusan politik yang bisa diterima oleh semua pihak. Fokus saya bukan rekomendasi, melainkan penyelamatan partai,” tandasnya.

Halaman
12
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved