Hujan Lebar Disertai Petir Masih Berpotensi Terjadi di Yogyakarta
Siklon ini bergerak dengan tekanan udara di pusatnya 989 mb dan kecepatan angin maksimum 95 km/jam ke arah timur tenggara
Laporan Reporter Tribun Jogja Yudha Kristiawan
TRIBUNNEWS.COM, YOGYA - Kondisi cuaca di wilayah DIY dan sekitarnya diprediksi masih belum stabil hari ini dan besok sebagai dampak pergerakan siklon tropis Dahlia.
Kepala Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono menuturkan,
analisa cuaca hari ini sejak pukul 07.00 WIB menunjukkan Siklon Tropis Dahlia berada di Samudera Hindia, yakni sebelah selatan Jawa Tengah, sekitar 10,8LS, 110,9BT (sekitar 345 km sebelah selatan Cilacap), Sabtu (2/12/17).
Siklon ini bergerak dengan tekanan udara di pusatnya 989 mb dan kecepatan angin maksimum 95 km/jam ke arah timur tenggara.
Dengan kecepatan 4 knots (8 km/jam) bergerak menjauhi wilayah Indonesia, mengakibatkan belokan angin dan memicu pertumbuhan awan hujan di wilayah Yogyakarta.
Baca: Pembangunan Sarana Asian Games Tidak Terganggu Siklon Tropis Dahlia
"Aliran masa udara basah dari barat inilah yang menyebabkan kondisi udara di sekitar Jawa dan wilayah DIY menjadi sangat tidak stabil," terang Djoko.
Untuk perkiraan cuaca dalam kurun waktu 24 jam (3 Desember 2017 pukul 07.00 WIB), siklon tropis Dahlia masih berada di Samudera Hindia sebelah selatan Jawa Tengah.
Posisinya di sekitar 12,7LS, 111,1BT (sekitar 560 km sebelah selatan Cilacap) bergerak ke arah selatan kecepatan 5 knots (10 km/jam) bergerak menjauhi wilayah Indonesia.
Pada kondisi ini, tekanan udara di pusatnya 986 mb dan kecepatan angin maksimum 100 km/jam.
Interaksi kedua fenomena tersebut berdampak terhadap kondisi cuaca di wilayah DIY.
"Dampak dari pergerakan ini berpotensi hujan sedang hingga lebat disertai petir terjadi di sebagian besar Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, sebagian Kabupaten Kulon Progo, sebagian besar Kabupaten Bantul dan sebagian Kabupaten Gunung Kidul," terang Djoko.
Baca: Waspadai Angin Ekstrem di Kaltim Malam Hari
Untuk potensi peningkatan kecepatan angin terjadi di sebagian besar Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, sebagian Kabupaten Bantul, sebagian Kabupaten Gunungkidul dan sebagian Kulonprogo.
Sementara itu, untuk potensi gelombang tinggi di perairan Selatan DIY mencapai 2,5 hingga 6 meter.
"Kami menghimbau masyarakat untuk tetap waspada, banjir bandang maupun longsor di kawasan yang berpotensi bencana. Waspada peningkatan kecepatan angin kencang khususnya pada siang hingga menjelang malam hari serta waspada kilat dan petir dan disarankan tidak berlindung di bawah pohon," imbuh Djoko.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/badai_20171201_224053.jpg)