Ban Bocor Massal di Tol Jagorawi, Jasa Marga Temukan 8 Titik Kerusakan Jalan
Jasa Marga temukan 8 titik kerusakan di Tol Jagorawi usai laporan ban kendaraan bermasalah, perbaikan sementara langsung dilakukan.
Ringkasan Berita:
- Jasa Marga menindaklanjuti laporan pengguna Tol Jagorawi terkait kendala ban kendaraan dengan melakukan inspeksi.
- Ditemukan delapan titik kerusakan jalan yang berpotensi mengganggu perjalanan.
- Perbaikan sementara dilakukan segera, sementara layanan lapangan disiagakan untuk membantu pengguna
TRIBUNNEWS.COM - Jasa Marga menindaklanjuti laporan pengguna jalan terkait kendala pada ban kendaraan di ruas Tol Jagorawi pada Kamis (30/4/2026).
Petugas langsung melakukan pemeriksaan di lapangan setelah menerima laporan sekitar pukul 17.40 WIB.
Marketing and Communication Department Head Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division Plaza Tol Cililitan Jakarta, Panji Satriya, menyampaikan bahwa penelusuran jalur dilakukan untuk memastikan kondisi perkerasan jalan.
"Laporan awal dari pengguna jalan diterima sekitar pukul 17.40 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, petugas langsung melakukan penelusuran jalur dan pemeriksaan kondisi perkerasan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan perjalanan pengguna jalan," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (1/5/2026).
Jasa Marga Temukan 8 Lokasi Kerusakan Jalan
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya delapan titik kerusakan perkerasan jalan di sekitar lokasi yang berpotensi memengaruhi kenyamanan berkendara.
Menindaklanjuti temuan tersebut, perbaikan sementara dilakukan pada malam yang sama.
"Menindaklanjuti temuan tersebut, kami langsung melakukan perbaikan sementara di beberapa lokasi dikarenakan hujan yang masih terus mengguyur Jalan Tol Jagorawi."
"Perbaikan sementara ini dilakukan pada malam yang sama agar kondisi jalur kembali optimal untuk dilintasi sebelum nantinya akan dilanjutkan dengan perbaikan permanen," katanya.
Selain itu, petugas layanan di lapangan, termasuk Mobile Customer Service, derek, dan armada layanan JMTO, disiagakan untuk membantu pengguna jalan yang mengalami kendala serta menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Penjelasan Jasa Marga
Senior Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Alvin Andituahta Singarimbun, menyatakan bahwa pihaknya berupaya merespons setiap laporan secara cepat melalui koordinasi antarpetugas.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Setiap informasi dari pengguna jalan menjadi perhatian kami dan langsung kami tindak lanjuti melalui pemeriksaan serta penanganan di lokasi agar perjalanan pengguna jalan dapat kembali berjalan dengan baik,” ujarnya.
Pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati, menjaga jarak aman, dan mengikuti arahan petugas selama melintas di ruas tersebut.
Baca juga: Insiden Tiggo Hybrid Terbakar di Tol Jagorawi, Chery Tegaskan Bukan Akibat Sistem Listrik
Jalan Tol Jagorawi, Tol Pertama di Indonesia
Jalan Tol Jagorawi (Jakarta–Bogor–Ciawi) merupakan jalan tol pertama di Indonesia. Tol sepanjang kurang lebih 50 km ini diresmikan Presiden Soeharto pada 9 Maret 1978 dan dikelola oleh PT Jasa Marga.
Pembangunan tol Jagorawi menjadi tonggak awal sistem jalan tol di Indonesia, dengan pendanaan dari pinjaman luar negeri dan APBN.
Gagasan jalan bebas hambatan sudah muncul sejak 1955, namun baru terealisasi pada era Orde Baru. Proyek Jagorawi dimulai pada awal 1970-an dengan dukungan konsultan internasional dan hibah USAID. Konstruksi fisik dimulai 1974 dan selesai bertahap hingga 1979.