Breaking News:

Pulau Karantina, Salah Satu Solusi Melepas Ketergantungan Impor Sapi dari Australia

Awe mengaku sependapat dengan Firman Soebagyo, bahwa solusi untuk mencapai target swasembada daging dan lumbung pangan

Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
3.876 ekor sapi yang diimport dari Australia tiba di Dermaga 101 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, 

TRIBUNNEWS.COM - Ketergantungan terhadap impor sapi dari negara Australia hanya bisa dilepas jika Indonesia berani membangun Pulau Karantina sebagaimana dimanahkan oleh Undang – Undang Nomor : 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI, Firman Soebagyo usai mengikuti Forum Group Discussion (FGD) tentang Pulau Karantina yang ditaja oleh Pemerintah Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) di Hotel Harmoni, Nagoya, Batam, Rabu (6/12/2017).

"Kalau pemerintah tidak berani mengambil keputusan membangun Pulau Karantina, maka kita tidak akan pernah terbebas dari ketergantungan impor sapi dari Australia," tegasnya.

Hadir sebagai narasumber dalam acara  FGD tersebut, yakni Sekretaris Badan Karantina Pertanian, Sujarwanto, Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Mulyanto, Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan, Fajar Sumping Tjatur Rasa, Direktur Pusat Teknologi Produksi Pertanian BPPT, Arief Arianto, Fakultas Peternakan UGM, Nafiatul Umami dan Kepala Bidang Operasi Distrik Navigasi Kls I Tanjungpinang, Agus Arifianto.

Anggota Komisi IV DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah ini, mengaku salut dan memberi apresiasi kepada Bupati Lingga, Alias Wello atas keberaniannya memprakarsai pembangunan Pulau Karantina di Pulau Bakung, Desa Pasir Panjang dan Desa Tanjung Kelit, Kecamatan Senayang, demi kepentingan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Jujur, saya salut dan apresiasi atas apa yang dikerjakan oleh pak Bupati Lingga hari ini. Apalagi, semangatnya tidak lagi untuk kepentingan daerah, tapi untuk kepentingan nasional, bangsa dan negara. Mari kita dukung dan perjuangkan bersama," kata Firman, anggota Fraksi Partai Golkar ini.

Bupati Lingga, Alias Wello mengatakan, keberaniannya mengusulkan Pulau Bakung sebagai Pulau Karantina didasari kajian ilmiah dari Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menyatakan daya dukung lahan untuk penyediaan hijauan pakan dan pasokan air bersih, cukup memadai di pulau itu.

Selain itu, kata Awe, sapaan akrab Bupati Lingga ini, Pulau Bakung dengan luas 5.716 hektar tersebut, memiliki kondisi geografis yang cukup strategis, karena berada di lintasan pelayaran domestik dan internasional. Posisinya yang berbatasan langsung dengan Kota Batam, Singapura dan Malaysia, merupakan keunggulan komparatif yang dimiliki Pulau Bakung. 

"Tadi, Distrik Navigasi Kelas 1 Tanjungpinang melaporkan, bahwa alur pelayaran di sekitar perairan Pulau Bakung itu, memiliki kedalaman 18 meter dan layak dilalui, serta disinggahi kapal - kapal besar pengangkut sapi," ungkapnya. 

Bupati Lingga, Alias Wello, Direktur Kesehatan Hewan Dit
Bupati Lingga, Alias Wello, Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan, Fajar Sumping Tjatur Rasa, Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo dan Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Mulyanto di sela - sela acara FGD Pulau Karantina di Hotel Harmoni, Nagoya, Batam, Rabu (6/12/2017).

Awe mengaku sependapat dengan Firman Soebagyo, bahwa solusi untuk mencapai target swasembada daging dan lumbung pangan dunia tahun 2045, hanya bisa dipenuhi dengan mempercepat pembangunan Pulau Karantina.

"Bagaimana kita mau swasembada daging atau mencapai target lumbung pangan dunia, kalau Pulau Karantina saja kita tidak punya? Pulau Karantina ini sangat berperan menampung sapi impor dari zona dengan harga murah untuk dilakukan tindakan karantina," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Kabupaten Lingga yang berada pada ujung paling selatan Kepulauan Riau, memiliki 604 pulau besar dan kecil. Sebanyak 98 pulau diantaranya sudah berpenghuni dan sisanya sekitar 506 pulau masih kosong.

Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved