Pencarian Korban Mobil Hanyut di Sungai Brantas Dilanjutkan
Peristiwa terceburnya mobil Kijang LGX di Sungai Brantas Mojokerto diduga karena mobil meluncur akibat kondisi tanah yang menurun.
Dari informasi yang dihimpun Surya, sebelum peristiwa nahas itu terjadi keduanya terlihat makan di warung Kupang di pedagang kaki lima yang ada di sepanjang Jalan Rolak 9, sekitar pukul 13.00 WIB.
Setelah selesai mengabiskan lontong kupang, paman dan keponakan ini pun berencana pulang ke rumah.
Namun tiba-tiba saja, mobil yang dikendarai hilang kendali hingga menerobos pagar pembatas di bibir Sungai Brantas.
Dengan cepat, mobil masuk ke dalam gerusan air yang begitu deras.
Tak berselang lama, Supo mencoba menyelamatkan diri melalui jendela dengan membawa tubuh kecil Helmi.
Arus sungai yang begitu deras, membuat Helmi dan Supo terpisah.
Beruntung, Helmi dapat terselamatkan karena bantuan dari warga sekitar.
"Tadi digendong, terus terlepas. Yang kecil diselamatkan sama penjual ikan," kata Tatang seorang saksi mata.
Warga pun kemudian membawa bocah delapan tahun ke RS Emma Kota Mojokerto.
Sedangkan Supo, hilang seiring mobil Panther miliknya tenggelam terbawa arus sungai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/mobil-tercebur-ke-sungai-brantas_20171219_091913.jpg)