Kamis, 28 Mei 2026

Mas Rinto, Tukang Bakso Berpakaian Ala James Bond yang Gagal jadi Tentara

Dalam berpenampilan rapi dan bersih setiap hari, tentu saja Rinto harus mempersiapkannya dengan baik.

Tayang:
Editor: Johnson Simanjuntak
KOMPAS.com/Hendra Cipto
Rinto, tukang bakso di Makassar, Sulawesi Selatan, yang keliling mendorong gerobaknya menjajakan bakso dengan berpakaian ala direktur atau pegawai kantoran. 

"Kalau saya membuat bakso, pakai topi dan pakai celemek. Pokoknya saya jaga kebersihan dagangan saya. Sampai saya jualan keliling, saya tetap berpakai bersih dan rapi seperti ini," katanya.

1 jam bersolek

Dalam berpenampilan rapi dan bersih setiap hari, tentu saja Rinto harus mempersiapkannya dengan baik.

Rinto mengaku, mempersiapkan dirinya, mulai mandi sampai bersolek selama hampir 1 jam. Pakaian dan aksesori yang dipakai adalah milik sendiri, dibelinya dari hasil tabungannya.

"Pakaian, sepatu, topi, dasi dan lainnya ini saya beli dari hasil jualan bakso yang setiap hanya disisipkan di celengan. Saat berdandan, banyak pembeli bakso yang sudah berteriak-teriak di depan rumah. Tapi biasa kakak sepupuku itu yang melayani (mereka) jika saya berdandan," tuturnya.

Saat memulai keliling dengan gerobaknya berpenampilan ala pegawai kantoran, pelanggannya mulai suka berteriak-teriak memanggilnya "Mas Rinto".

Bahkan kerap pula pelanggannya bertanya soal pakaian koboi Rinto.

Sore itu, Rinto tengah mempersiapkan dagangan baksonya dengan berpenampilan unik seperti koboi.

Menurut Rinto, topi koboi digunakannya untuk menghindari adanya kotoran atau rambut yang jatuh di makanan dagangannya.

Ternyata Rinto memiliki banyak koleksi topi koboi yang setiap hari digunakannya menyiapkan dan menjajakan bakso dagangannya.

Selain koleksi topi koboi, Rinto juga mempunyai banyak koleksi sepatu kulit yang biasa pekerja kantoran.

Semangkok bakso yang dijajakan Rinto dihargai Rp 5.000 hingga Rp 10.000. Rinto memberikan kesempatan mencicipi bakso jajanannya.

Baksonya terasa enak. Kuahnya mempunyai khas tersendiri, agak kental dan gurih dengan tambahan bumbu kacang.

Dia juga memberi empat jenis bakso dalam semangkok, yaitu bakso tenis, bakso ranjau yang berisi cabai, bakso berisi telur dan ada pula bakso berisi hati ayam.

Rinto bersyukur, banyak pembeli yang menyukai baksonya dan juga penampilannya. Dia selalu menunggu saat berkeliling mendorong gerobaknya dengan kemeja dan dasi, bahkan jas dan sepatu pantofel.

"Mas Rinto, satu mangkok bakso ya...." (Kontributor Makassar, Hendra Cipto)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Mas Rinto, Tukang Bakso Berdasi yang Terinspirasi James Bond", https://regional.kompas.com/read/2018/03/08/07470611/kisah-mas-rinto-tukang-bakso-berdasi-yang-terinspirasi-james-bond

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved