Warga Temukan Goa di Gunung Selili Diduga Peninggalan Zaman Jepang
Warga di sekitar Jalan Lumba lumba, RT 16, Selili menemukan goa yang diduga peninggalan zaman Jepang.
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Christoper D
TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Warga di sekitar Jalan Lumba lumba, RT 16, Selili menemukan goa yang diduga peninggalan zaman Jepang.
Berawal informasi dari warga ke warga yang mengatakan adanya goa di atas Gunung Selili, Steling.
Masrani (56) dan beberapa warga lainnya mencoba mencari tahu keberadaan goa tersebut.
Lalu, pada 3 Maret silam, goa tersebut pun ditemukan.
Goa tersebut berada sekitar 1 kilometer dari pinggir jalan umum.
Pintu masuk goa tersebut memiliki tinggi sekitar setengah meter, yang mengharuskan berjongkok jika ingin masuk ke goa itu.
Baca: Rumah Ustaz di Dusun Jemblung Tak Tersentuh Longsor, Penyebabnya Mulai Terungkap
Lalu, tinggi goa di dalamnya sekitar 2 meter, dengan kepanjangan goa saat ini sekitar 6,5 meter.
Namun diperkirakan panjang goa ke dalam lebih dari 6,5 meter.
Pertama kali Masrani masuk, di dalamnya ditemukan sejumlah pecahan kaca, cangkul, serta karung.
"Setelah mengetahui adanya goa itu, kami mulai gali pelan-pelan, sampai panjangnya sekitar 6,5 meter, kami tidak lanjutkan penggalian, karena kami takut kenapa-kenapa," ujarnya, Kamis (15/3/2018).
Dia menjelaskan, dari cerita warga yang beredar, goa tersebut merupakan peninggalan sejak zaman Jepang yang digunakan warga pribumi untuk berlindung.
Selain itu, goa itu juga diduga bukanlah goa alam melainkan goa buatan yang sengaja dibuat sebagai tempat berlindung warga di zaman penjajahan.
Baca: Setahun Lebih Sabil Menunggui Gentong Ajaib, Dia pun Tertipu Belasan Juta Rupiah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/goa-diduga-peninggalan-zaman-jepang_20180315_174917.jpg)