Breaking News:

Kapuas Dinyatakan KLB Virus Flu Babi

Flu babi akan berbahaya jika menyerang manusia yang memiliki daya tahan tubuh lemah, seperti orang yang berusia tua atau penderita diabetes

Tribun Kalteng/Jumadi
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, dr Tri Utami (kanan) bersama petugas Surverlans M Hayat (kiri). 

Laporan Wartawan Tribun Kalteng Jumadi
 

TRIBUNNEWS.COM, KUALAKAPUAS - Masih ingat seorang warga Desa Tambun Raya, kilometer 7, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas, Kalteng berinisial Sar berumur 58 tahun yang meninggal dunia sepulang menjalankan ibadah umrah, yang sebelumnya diduga terjangkit flu unta?

Namun, dia ternyata justru positif terjangkit flu babi (H1 N1).

Dalam kasus ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas telah menetapkan status menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Apendi, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr Tri Setia Utami, Selasa (27/3/2018) membenarkan pihaknya telah menerima surat hasil uji laboratorium Surabaya melalui pesan WhatsApp dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng.

"Surat resmi belum kami terima, namun lewat pesan WhatsApp sudah kami terima dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng. Berdasarkan uji sampel infeksi pernafasan yang diambil yakni sampel apusan hidung dan tenggorokan, maka hasilnya korban terinfeksi virus influenza A subtipe H1N1 atau yang tren dikenal fengan virus flu babi,"terang dr Tri.

Ditanya apa yang membedakan flu unta dengan flu babi, dia menjawab beda virusnya namun gejala yang ditimbulkan sama yakni flu atau infeksi pernafasan.

Hanya saja kata dr Tri, risiko kematian manusia akibat serangan virus flu unta lebih tinggi dari virus flu babi.

Namun flu babi akan berbahaya jika menyerang manusia yang memiliki daya tahan tubuh lemah, seperti orang yang berusia tua atau penderita diabetes.

"Virus flu babi ini, memang lazim ditemukan di populasi babi. Namun berdasarkan informasi dari dokter hewan, bahwa flu babi itu tidak hanya dari babi saja. Namun juga bisa datang dari hewan ternak lain dan virus ini juga bisa menyebar antar sesama manusia,"tambah dia.

Terkait dengan hal ini, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Apendi, telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa atau KLB dalam kasus ini.

"Kasus ini ditetapkan berstatus KLB, karena sebelumnya belum pernah ada satu pun laporan kasus ini di Kapuas. Bahkan di Kalteng. Dengan penetapan status ini, maka masyarakat Kapuas diminta waspada," katanya.

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved