Kapal berbendera Vietnam, Hoang Minh Nhat Co Stock yang diamankan TNI AL

Kapal berbendera Vietnam, Hoang Minh Nhat Co Stock tujuan Labuan, Negara Bagian Sabah, Malaysia diamankan TNI Angkatan Laut

Kapal berbendera Vietnam, Hoang Minh Nhat Co Stock yang diamankan TNI AL
Kapal berbendera Vietnam, Hoang Minh Nhat Co Stock yang diamankan TNI AL saat masuk ke Perairan Republik Indonesia di Sebatik. (niko ruru/tribun kaltim) 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN- Kapal berbendera Vietnam, Hoang Minh Nhat Co Stock tujuan Labuan, Negara Bagian Sabah, Malaysia diamankan TNI Angkatan Laut saat hendak bongkar muat barang di Perairan Sebatik, Kabupaten Nunukan.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Nunukan, Letkol Laut (P) Machri Mokoagow mengungkapkan, kapal bermesin GT 1500 itu diamankan karena memancing kecurigaan personel KRI Untung Suropati yang sedang patroli keamanan laut perbatasan Republik Indonesia- Malaysia.

"Kapal asing itu terindikasi mau bongkar muat di tengah laut yang tidak sesuai pelabuhan tujuannya. Ini menimbulkan kecurigaan, jangan-jangan kapal Vietnam tersebut membawa barang lainnya. Mungkin narkoba atau apa,” ujarnya, Minggu (22/4/2018).

Kapal tersebut digiring KRI Untung Suropati menuju ke Pelabuhan Sebatik. “Setelah melakukan koordinasi saya memerintahkan kapal dibawa ke Pelabuhan Tunon Taka untuk pemeriksaan fisik menyeluruh. Pemeriksan melibatkan Tim EFQR, BNN Nunukan, Satreskoba, KSOP, Bea Cukai, K9, Karantina dan Pelindo,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan diketahui, kapal tersebut memuat 2.900 ton beras dalam 1.116 karung. Kapal itu diawaki 13 orang terdiri dari 10 warga negara Vietnam dan 3 warga negara India.

"Berkaca pada kasus di Batam tentang pemeriksaan kapal, kami akan targetkan tiga hari pemeriksaan. Jangan sampai di sini kita tidak menemukan apa-apa, ternyata di tempat lain ada temuan,"katanya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, ungkapnya, kapal pengangkut itu akan membawa beras menuju ke Labuan, Malaysia.

“Namun kami menemukan kejanggalan lain dengan adanya empat kapal kayu Filipina yang ikut masuk Perairan Sebatik Indonesia bersamaan keberadaan kapal tersebut. Untuk apa empat kapal Filipina itu masuk? Dan bagaimana proses pemeriksaan? Saat ini kita masih lakukan penyelidikan," katanya.

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved