Minggu, 3 Mei 2026

Hari Ini Digelar Upacara Pasupati Patung Garuda Wisnu Kencana

Progres pembangunan Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Badung semakin tampak.

Tayang:
Editor: Dewi Agustina
Istimewa
Proses penaikan wajah Wisnu pada patung GWK yang dimulai sejak Minggu (13/5/2018) lalu. 

"Tembaga yang mengalami korosi akan terlihat kehijauan. Perlu diketahui, pada bagian badong (kalung), hiasan bahu, dan mahkota Wisnu akan dilapisi gold mozaik sehingga warnanya keemasan," imbuhnya.

Lucky optimistis pengejaan patung GWK bisa selesai sesuai target yaitu Agustus atau September mendatang.

Proses penaikan wajah Wisnu pada patung GWK yang dimulai sejak Minggu (13/5/2018) lalu.
Proses penaikan wajah Wisnu pada patung GWK yang dimulai sejak Minggu (13/5/2018) lalu. (Istimewa)

Target tersebut sesuai dorongan dari pemerintah pusat mengingatkan GWK diproyeksikan sebagai tempat gala dinner saat pertemuan IMF-Bank Dunia, Oktober nanti.

Kilas balik pada pembangunan GWK yang dirintis sejak tahun 1989, pengerjaan patung setinggi 121 meter ini dikebut dua tahun terakhir.

Sempat mangkrak beberapa tahun lantaran terkendala biaya, akhirnya ada semacam angin segar.

Patung GWK akan selesai Agustus 2018.

Patung Garuda Wisnu Kencana_1
Para pekerja menyelesaikan modul patung Garuda Wisnu Kencana di Bukit Jimbaran, Bali, Rabu (25/10/2017). TRIBUN BALI/I NYOMAN MAHAYASA

Rabu (25/10/2017), paruh dan kepala garuda sudah dipasang.

Direktur PT Nuart Consultant, Ersat B Amidarmo menceritakan gagasan pembangunan patung monumental ini berawal pada era gubernur Bali, Ida Bagus Oka.

Semula, Nyoman Nuarta sebagai seniman patung GWK ditawari membangun sebuah ikon pariwisata Bali berupa patung di dalam Bandara Ngurah Rai.

Tetapi, karena Sang Maestro merasa akan terbatas oleh ruang, ia mengusulkan pembangunan patung itu dilakukan di luar bandara.

Baca: 701.377 Surat Suara Pemilihan Bupati Karanganyar Tiba di KPU

Setelah mencari lahan, disepakatilah lokasinya di tempat sekarang yang dikenal GWK.

"Lahan ini dulunya bekas galian C, lokasinya berantakan sekali. Pak Nyoman mendapat inspirasi untuk dikembangkan. Bukit-bukit kapur itu diiris-iris, dibikin koridor-koridor dan dijadikan karya seni. Dalam istilah seni rupa disebut land art (seni lahan)," ujar Ersat di kawasan GWK, Rabu (25/10/2017).

Dijelaskan, seni lahan akan memberikan atmosfer khusus yang khas dan punya daya tarik tersendiri.

Terlebih lagi, prinsip pembangunannya juga memperhatikan perencanaan arsitektur Bali yang membuatnya kuat secara filosofis.

Hirarki ruang dan hirarki ketinggian betul-betul dipertimbangkan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved