Melihat Lebih Dekat Penangkaran Buaya di Dawuhan Kulon Banyumas
Kolam penangkaran buaya milik Fatah Arif Suyanto di Desa Dawuhan Kulon, Kedungbanteng Banyumas acap kali senyap.
Pengamanan makhluk itu sungguh berlapis. Dalam kondisi terikat, ia ditawan di dalam kerangkeng besi lalu dikunci rapat.
Hingga reptil itu diangkut dengan mobil ranger melintasi medan pegunungan. Beberapa anggota polisi mengawal di belakang untuk menjamin keamanan.
Lalu penduduk desa berhamburan keluar untuk menyaksikan penampakan satwa ganas itu.
Butuh sepuluh orang untuk memikul buaya jumbo itu ke kolam penangkaran. Petugas harus berjuang keras melepas reptil itu ke kolam sampai beberapa saat.
Jika tidak hati-hati, satu gerakan buaya itu bisa jadi petaka bagi orang saat ikatannya dilepas.
Arif pada akhirnya merasa nama Guntur cocok disematkan pada buaya itu. Di samping garang, riwayat buaya itu berawal dari sebuah Pondok Pesantren di wilayah Guntur Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
"Saya namai Guntur, karena buaya ini dari daerah Guntur,"katanya
Seperti namanya, Guntur bak gelegar petir yang menakutkan. Buaya-buaya lain dibuat tak berkutik di hadapannya karena kekuatan tak imbang.
Akhirnya, Guntur diisolasi atau dipisahkan dengan buaya lain agar kondusifitas kandang terjaga.
Kini Guntur menempati sebuah kandang tersendiri. Ia hanya ditemani seekor buaya lain yang dianggap cocok menemaninya.
Sifat buaya itu lebih banyak mengalah sehingga tak memancing pertengkaran. Buaya itu memilih makan belakangan, jika Guntur tak menyentuh makanan itu.
"Cocoknya dengan ini, kalau dicampur buaya lain gak cocok, pasti ditengkari,"katanya
Namun di luar kegarangannya, ada ruang hampa di kehidupan buaya tersebut.
Guntur tetaplah buaya betina yang pastinya merindukan kehadiran pejantan tangguh.
Terlebih usianya sudah cukup matang, lebih dari 23 tahun. Secara biologis, Guntur siap kawin dan beranak. Tetapi kesangarannya justru membuatnya sulit menemukan jodoh.
Guntur belum menemukan pejantan yang lebih tangguh darinya. Semua pejantan di penangkaran terlalu lemah dan tak mampu mengimbangi kekuatannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/buaya-buaya-di-penangkaran-milik-arif-suyanto-desa-dawuhan-kulon-banyumas_20180710_163731.jpg)