Jumat, 15 Mei 2026

Tewas Penuh Luka, Santri di Malang Ini Diduga Salah Menumpang Orang

Ahmad mengatakan, MST sempat meninggal pesan tertulis kepada rekannya sebelum meninggalkan pondok.

Tayang:
Editor: Hendra Gunawan
Net
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Meninggalnya MST (14) membuat kaget teman-temannya yang berada di Pondok Pesantren Darutta’lim Wadda’wah di Jl Kyai Pasreh, Kedungkandang, Kota Malang.

Abdul Muhammad (16) teman MST bahkan mengatakan kematiannya bak mimpi.

Pasalnya, Abdul sempat bersenda gurau dengan MST sehari sebelumnya.

“Kami sempat makan bubur ayam bersama di sini. Seperti mimpi saja,” ujar Abdul, Rabu (11/7/2018).

Ahmad mengatakan, MST sempat meninggal pesan tertulis kepada rekannya sebelum meninggalkan pondok.

Baca: Pembunuh Budianto Ditangkap, Mengaku Sempat Berhubungan Sesama Jenis Sebelum Dieksekusi

Pesan tertulis itu dalam bahasa Madura.

Secara garis besar, MST meminta maaf kepada orangtuanya karena ingin keluar dari pondok pesantren.

Sejauh yang Ahmad tahu, MST ingin pergi ke pondok pesantren di Pulau Madura.

Ia menduga, MST salah jalan ketika menumpang seseorang sehingga tersesat di daerah Pakis, Kabupaten Malang.

“Dugaan saya dia salah menumpang orang jadi sampai Pakis. Maunya ke Arjosari lalu ke Madura,” terangnya.

Ahmad Zahrawi, rekannya yang lain mengatakan, pakaian milik MST masih berada di kamarnya.

Namun ia tidak tahu apakah MST membawa bekal atau tidak saat keluar pondok.

“Saat itu kami sedang belajar jadi tidak tahu kalau dia keluar. Kami mulai belajar pukul 21.00 wib hingga 23.00 wib,” papar Zahrawi.

Zahrawi pernah mendengar kalau MST sempat mengutarakan keinginannya keluar dari pondok pesantren.

MST beralasan terasa berat mengikuti pelajaran yang ada di pondok.

Namun begitu, MST dikenal sebagai sosok yang baik dan bersahaja.

Bahkan MST dikenal sebagai sosok yang humoris.

Kematian MST diketahui Zahrawi dan teman-temannya yang lain ketika pihak keluarga mendatangi pondok pesantren.

MST sudah mondok di Pondok Pesantren Darutta’lim Wadda’wah sekitar dua tahun ini.

Di pondok itu terdapat sekitar 50 an orang santri.

Ada dua kamar tidur luas yang menampung santri.

Rata-rata para santri menempuh pendidikan kejar paket selain belajar tentang agama.

Penuh Luka

Sebelumnya, MST (14), warga Baran Genitri Kedungrejo Pakis itu ditemukan dengan tubuh penuh luka tusuk serta bersimbah darah di jalan kawasan Kedungrejo Pakis, Senin (9/7/2018) dini hari.

Dia sempat dilarikan ke RS Panti Nirmala dan UGD RSSA Malang untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, karena luka yang cukup parah di sekujur tubuhnya, dan kehabisan banyak darah, Sirojut akhirnya tewas dalam perawatan, Selasa siang (10/7/2018).

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung menuturkan, pihaknya telah memerintahkan penyelidikan dan pendalaman atas kasus tersebut.

Baca: Makin Seru, Isu Tarik Menarik Antara Prabowo dengan Anies Baswedan

"Mudah-mudahan saja secepatnya terungkap, jajaran masih bekerja sekarang," kata Yade Setiawan Ujung, Selasa (10/7/2018).

Sementara salah satu kerabat korban, Abdul Kholik menyebutkan, korban sudah setahun mondok di ponpes.

Selain itu, korban juga diketahui sempat menulis surat berbahasa Madura yang berisi permintaan maaf kepada orang tua karena tidak bisa menyenangkannya.

Dan korban juga sempat bercerita kalau ingin mondok di Madura.

"Korban itu pendiam di mata keluarga. Makanya kami heran juga mengapa korban sampai terluka dan meninggal dunia," tutur Abdul Kholik.

Disambangi Sang Ayah

Pada Minggu (8/7/2018) sore, dia sempat disambangi ayahnya, Ahmad Toha, (37).

Kapolsek Pakis, AKP Hartono mengatakan, korban sempat keluar, Minggu (8/7/2018) malam setelah dijenguk sang ayah. Korban tidak pamitan saat keluar pondok.

“Setelah disambangi, ternyata korban Minggu malam, sekira pukul 21.00 WIB, pergi keluar dari pondok tanpa pamitan kepada pengasuh. Dia pergi berjalan kaki dari Bumiayu ke Pakis. Senin dini hari, dia ditemukan warga dalam kondisi luka,” jelas Hartono.

Polisi masih menyelidiki kasus ini. Sejauh ini diduga penganiayaan yang menyebabkan kematian.

“Masih dalam penyelidikan, untuk penyebab kematian juga diselidiki. Tapi, dari visum fisik, ada beberapa bekas luka, di kaki, tangan, serta satu luka di area dada,” jelas Hartono. (Benni Indo)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Santri Malang yang Tewas Diduga Dianiaya Sempat Lakukan Ini Bareng Temannya, 'Seperti Mimpi Saja!',

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved