Rabu, 8 April 2026

Wilayahnya Dilanda Kekeringan, Dahlia Tidak Bisa Mandi

Sumur-sumur tradisional masyarakat juga beberapa sumur bor tidak lagi mengeluarkan air

Editor: Eko Sutriyanto
SERAMBI/SADUL BAHRI
Warga memperhatikan sawah yang sudah retak akibat kemarau, sehingga tidak bisa dilakukan penanaman padi karena tidak adanya air, di Desa Alue Mie, Kecamatan Indra Jaya, Aceh Jaya Rabu (29/1). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Riski Bintang

TRIBUNNEWS.COM, ACEH  - Wilayah Kecamatan Tadu Raya Nagan Raya mengalami kekeringan semenjak sebulan terakhir. 

Sumur-sumur tradisional masyarakat juga beberapa sumur bor tidak lagi mengeluarkan air. 

"Sudah hampir satu bulan, memang tidak ada lagi air," ungkap Dahlia warga desa Babah Dua, Kecamatan Tadu Raya, Nagan Raya

Menurutnya, hal tersebut membuat aktivitas masyarakat terganggu dimana kebutuhan air yang memang sudah dikategorikan tidak ada lagi. 

Saat ini ia bersama keluarganya harus rela tidak mandi lantaran tidak adanya air. 

Baca: Wabup Nagan Raya Chalidin Oesman Dipecat dari Jabatan Wakil Ketua DPW Partai Aceh

"Palingan sehari sekali, itupun kalau ada saat ini jangankan untuk mandi, untuk buang air kecil saja tidak ada airnya" ungkpanya. 

Hal yang serupa juga diungkapkan attiah, dimana ia terpaksa harus ke sungai krueng trang untuk mendapatkan air yang digunakan mandi. 

"Kalau mau mandi, harus ke sungai, itupun tidak bisa sering karena air sungai tercemar limbah perusahaan" ungkapnya. 

Untuk itu, keduanya mengharapkan perhatian pemerintah untuk menyuplai air bersih ke wilayahnya yang sudah sejak lama mengalami kekeringan. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved