Kamis, 30 April 2026

Kerugian akibat Gelombang Tinggi di Karangasem Mencapai Rp 700 Juta

BPBD Karangasem memperkirakan kerugian akibat gelombang tinggi sejak pertengahan Juli hingga sekarang mencapai Rp 700 juta.

Tayang:
Editor: Dewi Agustina
Tribun Bali/Widyartha Suryawan
Kondisi Pura Konco di Pantai Balangan yang hancur diterjang ombak, Kamis (26/7/2018). TRIBUN BALI/WIDYARTHA SURYAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, KARANGASEM - BPBD Karangasem memperkirakan kerugian akibat gelombang tinggi sejak pertengahan Juli hingga sekarang mencapai Rp 700 juta.

Angka kerugian tersebut meliputi kerusakan jukung, peralatan nelayan, dan infrastruktur umum yang rusak.

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa mengatakan kerugian tersebut dihitung dari bencana yang menimpa nelayan sekitar Seraya Timur, Bugbug, dan Jasri di Kecamatan Karangasem, dan Desa Purwakerti, Kecamatan Abang.

Ditambah kerusakan rumah dan dapur warga seperti yang terjadi di Banjar Dinas Kodok, Desa Ulakan, Kecamatan Manggis, kemudian warung warga di pesisir Pantai Desa Bugbug dan Jasri.

Selain itu infrastruktur seperti senderan dan jalan rusak.

"Kerugian semua sekitar Rp 700 juta. Untuk Seraya Timur, kerugian diperkirakan mencapai Rp 340 juta. Ditambah lagi jukung nelayan di Bugbug, Jasri, dan Purwakerti, serta rumah dan dapur," terang Arimbawa, Kamis (26/7/2018).

Jukung nelayan di Seraya Timur yang rusak sebanyak 43 unit. Sedangkan jukung yang hilang tertelan ombak empat unit, ditambah mesin jenis 15PK hilang dua unit.

Peristiwa ini terjadi di Banjar Tukad Tis, Banjar Tukad Hitam, serta nelayan di Banjar Tanah Barak.

Untuk kerusakan vila di Pantai Amed, Desa Purwakerti dan Jasri, tak masuk dalam hitungan kerugian Rp 700 juta.

Untuk hotel serta vila sudah didaftarkan asuransi jika terjadi bencana.

Sehari sebelumnya, Rabu (25/7/2018) pagi, kawasan pesisir selatan Bali, dari Tabanan hingga Karangasem, diterjang gelombang pasang setinggi 5 sampai 6 meter.

Warung, rumah warga, vila, serta jukung nelayan porak poranda oleh terjangan dahsyat gelombang yang terjadi dari pukul 06.00-09.00 Wita.

BPBD Karangasem rencana mengusulkan bantuan untuk nelayan dan warga yang rumahnya rusak kepada Gubernur Bali melalui BPBD Provinsi Bali.

Pasalnya, sejumlah nelayan tidak punya dana untuk memperbaiki jukungnya. Pihaknya berharap usulan ini bisa direalisasikan.

"Usulan ini diprioritaskan untuk warga kurang mampu. Semoga usulan segera direspon, sehingga anggaran stimulan pasca bencana bisa dicairkan," harap Arimbawa.

Pura Rusak akibat Gelombang Tinggi
Kondisi Pura Konco di Pantai Balangan yang hancur diterjang ombak, Kamis (26/7/2018). TRIBUN BALI/WIDYARTHA SURYAWAN
Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved