Kisah Seorang Sopir Bus di Boyolali yang Ditilang Saat Pengumuman Putrinya Diterima di Akpol

Putri Seorang supir bus antar kota dalam provinsi asal Boyolali lolos menjadi Taruna Akpol.

Kisah Seorang Sopir Bus di Boyolali yang Ditilang Saat Pengumuman Putrinya Diterima di Akpol
TRIBUN JATENG/ WAHYU SULISTYAWAN
Sejumlah Taruni dari Akademi Kepolisian (Akpol) memperagakan busana batik Margaria dan kebaya Al Fath di Atrium Mal Ciputra, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (22/4/2014). Peragaan busana yang menampilkan 27 Taruni Akpol sebagai model tersebut digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Kartini. (Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan) 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Putri Seorang supir bus antar kota dalam provinsi asal Boyolali lolos menjadi Taruna Akpol.

Gadis bernama Nora Septiana, itu mengalahkan ribuan calon dari penjuru Indonesia untuk bisa menempuh pendidikan menjadi perwira polisi.

Sutarto (55) tidak pernah mengira impian putrinya untuk menjadi perwira polisi kini sudah semakin dekat setelah pengumuman yang dilaksanakan pada Jumat (27/7/2018) di Akpol.

"Sejak kecil memang sudah menjadi impian putri saya menjadi seorang polisi, ya saya sebagai orang tua hanya bisa memberi semangat dan mendoakan," terangnya.

Sutarto awalnya sempat minder karena pesaing anaknya adalah orang-orang berada dari penjuru Indonesia. Ada anak pejabat Polri, hingga pejabat daerah yang ikut serta dalam seleksi Akpol.

Sebagai sopir yang berpenghasilan setiap hari kurang lebih Rp 50 ribu ia mengaku pasrah. "Namun ternyata pendaftaran hingga seleksi tidak dipungut biaya sama sekali hingga sekarang," bebernya.

Terpisah, Karodalpers Polri, Brigjend Pol Sudarsono menyebut ia sempat memerintahkan Kapolres Boyolali untuk merazia bus yang dikemudikan ayah nora. Hal itu dilakukan untuk meyakinkan apakah benar profesi yang bersangkutan memang sopir bus.

"Saya ingin pastikan memang itu profesinya dan bukan hanya terkesan skenario saja. Dan ternyata memang benar lalu tadi kami panggil ke sini untuk mengungkapkan perasaannya melihat anaknya lolos menjadi taruni Akpol," beber Sudarsono.

Dari laporan yang diterimi dari Kapolres Boyolali ia mengetahui bahwa ayah Nora memang seorang supir bus.

Kakak lelakinya adalah kondekturnya dan kakak ipar juga berprofesi seorang supir.

"Inilah yang saya katakan bahwa proses seleksi itu harus bisa memberikan kesempatan bagi semua orang. Bukan hanya kepada orang hebat saja tapi siapapun selama ia punya kapabilitas dan kemauan dia akan lolos terpilih," imbuhnya. (*)
 

Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved