Breaking News:

Dua Hal Ini Menyebabkan Kelangkaan Gas Melon di Jogjakarta

Hiswana Migas DIY sudah memberikan pasokan tambahan gas ukuran 3 kilogram ke beberapa kecamatan yang ada di Gunungkidul dan Bantul

Warta Kota/Nur Ichsan
MIGRASI KE GAS ELPIJI 3 KILO - Pekerja sedang melakukan bongkar muat gas elpiji melon 3 kilogram di sebuah pangkalan di Jalan Tubagus Angke, Rt 08/10, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Jumat (3/1). Sejak adanya kenaikan dan kelangkaan gas elpiji 12 kilogram non subsidi, kini kebanyakan penggunanya beralih menggunakan gas melon, sehingga gas milik rakyat kalangan bawah ini permintaannya meningkat dan terancam langka di pasaran. (warta kota/nur ichsan) 

Laporan Wartawan Tribun Jogja Siti Umaiyah

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA – Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) DIY menemukan banyak restoran yang menggunakan gas elpiji ukuran 3 kilogram bersubsidi (Gas melon).

iswanto, Ketua Hiswana Migas DIY,  Kamis (6/9) mengatakan, kelangkaan gas yang saat ini tengah melanda di beberapa daerah juga dikarenakan banyaknya orang yang tengah melakukan hajatan.

“Ini kan situasional, yang mana banyak orang yang tengah melakukan hajatan, baik nikahan maupun orang pulang dari haji. Mudah-mudahan situasi ini akan berakhir di pertengahan September,” terangnya.

Hiswana Migas DIY sudah memberikan pasokan tambahan gas ukuran 3 kilogram ke beberapa kecamatan yang ada di Gunungkidul dan Bantul.

"Di Gunungkidul sendiri terdapat 3-4 kecamatan yang mengalami kekurangan, pihaknya sudah mengirim 2.800 tabung, sedangkan di Bantul terdapat 2-3 kecamatan yang kekurangan," katanya.

Disebutkan, tidak keseluruhan wilayah terjadi kekurangan.

"Dengan adanya tambahan-tambahan tersebut kita harapkan bisa mengatasi kekurangan-kekurangan yang ada di wilayah tersebut,” katanya.

Siswanto menjelaskan, untuk di wilayah lain sampai saat ini belum ada laporan mengenai kekurangan.

Baca: Persiba Bantul vs Persatu Tuban: Wasit Diserang Persiba Menang 2-1

Pihaknya juga akan terus melakukan pemantauan dan akan memberikan tambahan gas semisal ada yang melaporkan kekurangan.

“Kalau pangkalan tidak mungkin menimbun. Kalau pengecer itu diluar pantauan kami, kami belum tahu. Sleman selama ini belum ada laporan, mudah-mudahan tidak ada kekurangan. Kita sudah alokasikan cukup besar ke wilayah Sleman,” katanya

Dia memperkirakan, di bulan Oktober mendatang gas melon akan berlebih, hal tersebut dikarenakan sudah sepinya hajatan yang ada di masyarakat. (TRIBUNJOGJA.COM)

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved