Sabtu, 11 April 2026

Gempa di Sulteng

Pengungsi Gempa Sulteng di Sinjai Khawatirkan Pendidikan Anak

Pengungsi umumnya menumpang di rumah keluarganya karena harta dan rumahnya sudah dijual lalu merantau ke Palu

Editor: Eko Sutriyanto
TRIBUN TIMUR/SYAMSUL BAHRI
Normah salah seorang pengungsi asal Palu tiba di Sinjai 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Syamsul Bahri

TRIBUNNEWS.COM, SINJAI - Pengungsi asal Sulawesi Tengah yang tiba di Kabupaten Sinjai mengawatirkan kelangsungan pendidikan anak-anaknya.

Sejak gempa dan tsunami terjadi Sulawesi Tengah dan berada di Sinjai, sekolah anak-anak mereka mulai terlantar.

Pengungsi berharap agar pihak Dinas Pendidikan di Sinjai bisa menerimanya.

"Khawatiran kami karena anak-anak kami terlantar tidak bersekolah semoga guru-guru di sini bisa menerima anak-anak saya," kata Normah salah seorang pengungsi di Bulukamase, Sinjai Selatan, Rabu (10/10/2018).

Normah adalah warga Sinjai yang sudah merantau lama di Palu, Sulawesi Tengah.

Ia bersama 400 orang mengungsi ke Sinjai.

Mereka umumnya menumpang di rumah keluarganya karena harta dan rumahnya sudah dijual lalu merantau ke Palu.

Baca: Isak Tangis Bocah Pengungsi Korban Gempa Sulteng Meminta Nasi

Tak hanya orang tua siswa korban yang khawatir atas kelangsungan pendidikannya.

Tetapi juga mahasiswa asal Palu juga mengalami hal yang sama karena khawatir kuliahnya bisa terhambat.

"Kami juga khawatir kuliah saya terlantar," kata Akmal salah seorang mahasiswa Jurusan Pertanian Untad Palu.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan Sinjai Syamsuddin menyampaikan bahwa sudah mengedarkan surat kepada seluruh sekolah di Sinjai agar segera menerima para murid dan siswa korban gempa Sulteng.

"Kami sudah buat surat edaran ke sekolah untuk diterima anak-anak korban gempa, jadi silahkan memasukkan anaknya di sekolah," katanya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved