Minggu, 31 Agustus 2025

Kondisi Terkini Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara Usai Ditabrak Ojek Online

Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengalami kecelakaan. Ia ditabrak ojek online, Sabtu (5/12/2018) pagi

Editor: Dewi Agustina
Tribun Sumsel
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara bersepeda. 

Teman yang mengajaknya ikut tes, malah tidak lulus tes Akabri.

Saat itu, Zulkarnain muda tetap semangat mengikuti pendidikan di Akabri.

Saat penentuan jurusan, jenderal bintang dua ini ingin sekali menjadi prajurit TNI AU.

Namun, karena berdasarkan uji psikotes, ia harus memilih untuk menjadi seorang Polisi.

Kembali tak sesuai keinginan, tetapi Zulkarnain muda tetap optimistis apa yang telah ditentukan Tuhan kepadanya merupakan yang terbaik bagi dirinya.

Baca: Hingga Sabtu (5/1) Sore, Gunung Anak Krakatau Tercatat 24 Kali Meletus

Dari sana, Zulkarnain memutuskan untuk menjalani apa yang sudah diperuntukkan Tuhan bagi dirinya.

Ia menikmati dan senang menjalankan pendidikan. Berat badannya bukan turun melainkan naik.

"Intinya saya gembira banget, sampai berat badan naik. Meksi harus berjemur, naik turun gunung, latihan, tetapi senang sekali dan sangat gembira," cerita putra asli Sumsel ini.

Apa yang dilakukannya selama pendidikan, sudah diambil hikmahnya dan memang sudah menjadi jalan dari Tuhan.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara. TRIBUN SUMSEL/AGUNG DWIPAYANA
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara. TRIBUN SUMSEL/AGUNG DWIPAYANA (Tribun Sumsel/Agung Dwipayana)

Dari itulah, menjalani apa yang telah ditakdirkan Tuhan kepada dirinya. Meski, apa yang sebenarnya menjadi impiannya tidak bisa tercapai tetapi dengan semangat dan bersyukur bisa membawa kebahagian dikemudian hari.

Saat disinggung mengenai perintah-perintah yang diberikan kepada anggotanya, jenderal bintang dua ini terus berupaya untuk memberikan win win solution dalam memecahkan suatu masalah.

Namun, ia sangat marah bila ada satu kasus yang menyebabkan korbannya mengalami luka berat atau sampai meninggal dunia.

Karena memang, bila menyangkut nyawa seseorang ia tidak mau kompromi.

Maka dari itulah, perintah tindakan tegas dan sikat habis penjahat dengan tindakan sadis selalu diperintahkan kepada para anggotanya.

"Saya bukan benci dengan orangnya, tetapi tindakannya itu. Seperti kasus-kasus sopir taksi online yang dirampok lalu dibunuh, itu sangat sadis. Makanya saya tegaskan kepada anggota sikat habis," ungkapnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Sumsel
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan