Warganya Diserang Buaya 4 Meter, Warga Desa Kota Lama Gelar Ritual Tolak Bala Malam Nanti

Kejadian penyerangan buaya terhadap Ma'rifat, warga Desa Kota Lama, Kecamatan Rengat Barat di Danau Meduyan

Editor: Hendra Gunawan
(tribunpekanbaru/byntonsimanungkalit)
Ma'rifat, warga Desa Kota Lama, Kecamatan Rengat Barat, Inhu menjadi korban penyerangan buaya di Danau Meduyan, Desa Kota Lama, Kecamatan Rengat Barat, Inhu, Kamis (3/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribuninhu.com Bynton Simanungkalit

TRIBUNNEWS.COM, RENGAT - Kejadian penyerangan buaya terhadap Ma'rifat, warga Desa Kota Lama, Kecamatan Rengat Barat di Danau Meduyan sempat menggemparkan warga.

Pasalnya kejadian itu terbilang langka, karena tidak pernah terjadi sebelumnya.

Setelah kejadian penyerangan buaya di Danau Meduyan itu, Kepala Desa (Kades) Kota Lama, Herman menggelar rapat bersama dengan warga serta tokoh adat Desa Kota Lama.

Pada rapat tersebut disepakati bahwa warga akan menggelar ritual tolak bala.

"Rencananya nanti malam kita akan menggelar ritual tolak bala," kata Herman, Rabu (9/1/2019).

Herman melanjutkan, ritual tolak bala itu digelar di Gedung Balai Adat yang berada tepat di tepi Danau Meduyan.

Sebanyak 20 hingga 30 orang warga diperkirakan hadir pada ritual tolak bala tersebut.

Menurut Herman, kegiatan utama pada ritual tolak bala ini adalah doa bersama dan meminta keselamatan kepada Yang Maha Kuasa.

Namun pada ritual itu juga digelar ritual adat khas masyarakat Desa Kota Lama.

Selain itu, pihaknya juga akan menggelar makan bersama pada ritual tersebut.

Berita sebelumnya, Ma'rifat (56), warga Desa Kota Lama, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tak pernah menyangka akan diserang buaya di Danau Meduyan, Desa Kota Lama.

Pria ini diserang buaya Kamis (3/1/2019).

Pada sore yang naas itu korban memasang jaring ikan sebanyak empat unit yang disebar di sejumlah tempat di Danau Meduyan.

Halaman
123
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved