Pemilik Rumah Makan El Tisyah Palopo Gantung Diri, Ini Dugaan yang Melatarbelakangi
Hasil identifikasi tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan sehingga meninggal murni gantung diri
Laporan Wartawan Tribun Timur Hamdan Soeharto
TRIBUNNEWS.COM, PALOPO - Polres Palopo masih menyelidiki motif gantung diri pemilik rumah makan El Tisyah, Muh Askari (49).
Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Ardy Yusuf mengatakan, untuk sementara pihaknya menduga korban gantung diri karena depresi menghadapi persoalan keluarga.
"Hasil identifikasi tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Kami menduga korban depresi karena persoalan Keluarga," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Muh Askari, ditemukan tewas gantung diri, di lantai dua rumah makan miliknya, di Jalan Mungkasa, Kelurahan Salekoe, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, Kamis (7/2/2019).
Informasi yang diperoleh dari TKP, almarhum pulang ke rumah sekaligus rumah makannya, lewat tengah malam, Kamis (7/2/2019) dini hari.
Jasad korban kali pertama ditemukan oleh karyawannya, Linda.
Linda mulai membuka rumah makan itu, sekitar pukul 15.00 Wita.
Dalam keterangan yang dilansir reskrim Polres Palopo, Linda mencari juragannya.
Dia lalu naik ke lantai 2.
Namun ketika sampai di ujung tangga, ia kaget melihat majikannya sudah tergantung di dengan seutas tali jemuran dan kabel televisi yang melilit di lehernya.
Setelah dicek, korban sudah tak bernyawamengenakan celana pendek warna hitam, dan baju kaos merah muda.
Tali menggantung di kayu plapon, sementara atap flapon terbuka.
Di sisi kiri mayat, pintu kamar mandi terbuka.
Lampunya masih menyala.
Almarhum suami pejabat eselon III di Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) kota Palopo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-gantung-diri_20181021_075418.jpg)