Breaking News:

Namanya Dicatut Oknum Tak Bertanggungjawab demi Raup Untung, Kapolda Kaltara Geram

Kapolda Kalimantan Utara Brigjen Pol Indrajit meminta Kapolres Bulungan untuk memproses hukum oknum-oknum yang mencatut namanya

Editor: Hendra Gunawan
Tribun Kaltim/Christopher Desmawangga
Kapolda Kalimantan Utara Brigjen Pol Drs Indrajit. 

Laporan wartawan Tribunkaltim.co Muhammad Arfan

TRIBUNNEWS.COM, TANJUNG SELOR - Kapolda Kalimantan Utara Brigjen Pol Indrajit meminta Kapolres Bulungan untuk memproses hukum oknum-oknum yang mencatut nama Kapolda demi melancarkan usaha atau kegiatannya.

Kapolda Brigjen Pol Indrajit merasa pihak yang dirugikan atas pencatutan pangkat Kapolda oleh oknum yang dianggap meminta bayaran rendah di kegiatan bongkar muat barang di pelabuhan.

"Ini kan merusak nama saya sebagai Kapolda. Kalau nama saya rusak, wibawa Kapolda enggak ada, kepercayaan masyarakat kepada Polda Kalimantan Utara akan terganggu," kata Kapolda, Selasa (12/2/2019).

Kapolda mengkhawatirkan, aksi-aksi menyimpang yang mengatasnamakan Kapolda ikut tersebar di sejumlah daerah.

"Saya merasa difitnah, kepercayaan masyarakat kepada Polda sendiri akan berkurang. Makanya saya katakan ini fitnah, saya harus klarifikasi," ujarnya.

Baca: Dirumorkan Gantikan Hugh Jackman untuk Perankan Wolverine, Begini Respon Daniel Radcliffe

"Makanya saya perintahkan Kapolres untuk tangkap oknum yang mengatasnamakan Kapolda," tambahnya.

Ia meminta masyarakat melaporkan langsung kepadanya jika ada pihak-pihak yang mengatasnamakan Kapolda untuk mencari keuntungan pribadi.

Kapolda Kaltim sendiri telah menyebar nomor kontak kepada masyarakat pada Senin (11/2/2019) malam di Lapangan Agats, Tanjung Selor.

Baca: Titik Terang Teror Pembakaran Kendaraan di Jateng, Pola dan Bahan Bakar yang Digunakan Sama

"Enak sekali, saya tidak tahu apa-apa, dia yang mengambil uang dengan mengatasnamakan Kapolda. Ini bukan pribadi saya yang tidak terima, tetapi berdampak pada kredibilitas Polda Kalimantan Utara," ujarnya.

Jika kredibilitas Polda menurun, lanjutnya, maka masyarakat cenderung tidak mendukung program yang dijalankan Polda.

"Bukan saya benci atau marah, tetapi berdampak pada institusi. Kita akan buktikan nanti. Nanti teman-teman media dan masyarakat juga memonitor, siapa orang yang mengatasnamakan Kapolda," ujarnya. (Wil)

Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved