Breaking News:

Ini Tanggapan Billy Sindoro Usai Dituntut Lima Tahun

Billy mengaku dirinya akan memberikan penjelasan minggu depan saat pembelaan

Tribunnews/JEPRIMA
Mantan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/12/2018). (Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

‎TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Terdakwa kasus pemberian suap ke pejabat Pemkab Bekasi terkait perizinan Meikarta, Billy Sindoro dituntut 5 tahun pidana penjara dan denda Rp 200 juta oleh jaksa KPK, dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kamis (21/2/2019).

Menanggapi tuntutan itu, Billy berharap dapat keadilan karena menurutnya, selama persidangan, tidak ada saksi yang gamblang menyebutkan dirinya terlibat pemberian uang.

"Harapan saya agar dapat keadilan, itu saja. Di fakta sidang, saya tidak pernah bicara mengenai uang, enggak ada uang dengan siapa pun. Nanti lebih baik saya memberikan penjelasan minggu depan di pembelaan," ujar Billy.

Ia menyebut, di persidangan, semua saksi mayoritas tidak mengenal Billy Sindoro dan hanya mengenal Fitradjaja, Henry Jasmen dan Taryudi. Bahkan, di sidang dengan kesaksian Fitradjaja, dia mengatakan tidak pernah berbicara uang dengan Billy.

"Dengan pak Billy tidak pernah bicara uang, tapi dengan Henry Jasmen. Semua keperluan uang diurus Henry Jasmen," ujar Fitradjaja di sidang pada Kamis (14/2/2019).

Baca: Empat Terdakwa Kasus Meikarta Dituntut Jaksa, Billy Sindoro Dituntut Paling Lama

Hal senada dikatakan tim pengara Billy Sindoro. Menurut Ervin Lubis, anggota tim pengacara, tuntutan tersebut tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

"Karena fakta persidangan hanya membuktikan t Fitradjaja Purnama, Henry Jasmen dan Taryudi saja yang memiliki peran dan melakukan perbuatan sebagaimana didakwakan. Itupun mereka mengungkapkan adanya tindakan pemerasan sehingga terjadi pemberian uang dan janji kepada sejumlah pejabat dan aparat Pemkab Bekasi," ujar Ervin.

Ia menjelaskan, dalam dakwaan disebutkan tentang pemberian uang Rp 16 Miliar dan SGD 270 ribu untuk Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan sejumlah ASN Pemkab Bekasi level kepala dinas dan kepala bidang.

Sedangkan fakta persidangan mengungkapkan Billy Sindoro tidak memiliki peran.

Halaman
12
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved