Minggu, 19 April 2026

Penganiayaan Siswi di Pontianak

Diancam Akan Dibunuh, Pengeroyok #JusticeForAudrey Menangis Mengurung Diri dan 4 Hari Tak Mau Makan

Para pelaku kasus #JusticeForAudrey alami trauma berat akibat sanksi sosial luar biasa yang mereka terima. Pihak KPPAD Kalimantan Barat angkat bicara.

Penulis: Grid Network
Tribun Pontianak/Destriadi Yunas Jumasani
Sebanyak tujuh siswi SMA yang terseret dalam kasus penganiayaan siswi SMP menyampaikan klarifikasi didampingi KPPAD Provinsi Kalbar di Mapolresta Pontianak, Jalan Johan Idrus, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (10/4/2019) sore. Mereka menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan keluarga korban serta tidak mengakui telah melakukan pengeroyokan perkelahian dilakukan satu lawan satu. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

TRIBUNNEWS.COM - Kasus #JusticeForAudrey kini masih bergulir dan melibatkan beberapa pihak.

Perhatian tak hanya tertuju pada korban pengeroyokan siswi SMP di Pontianak tersebut, namun juga kepada para pelaku yang berperan dalam kasus #JusticeForAudrey ini.

Ketika korban mendapatkan perhatian dan dukungan luar biasa dari publik, pelaku pengeroyokan kasus #JusticeForAudrey ini mendapatkan sanksi sosial yang cukup masif.

Publik masih saja meluapkan amarah lantaran pelaku pengeroyokan kasus #JusticeForAudrey sempat tampak tak menyesal.

Bahkan beredar video Boomerang yang menampilkan para pelaku tampak tak terbebani sama sekali ketika berada di kantor polisi.

Namun seiring berjalannya waktu, para pelaku pengeroyokan kasus #JusticeForAudrey yang masih berstatus pelajar SMA ini pun terus-menerus menerima hujatan.

Beragam cibiran, makian, bahkan ancaman ditujukan kepada mereka.

Reaksi ini datang dari beragam media sosial, mulai dari Twitter, Facebook, dan Instagram.

Halaman Selanjutnya

Sumber: Grid.ID
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved