Senin, 1 Juni 2026

Dendam Kerap Ditagih Utang Jutaan Rupiah, Maksulmina Bunuh M Ali dan Membuang Jasadnya ke Parit

Merasa berang karena ditagih terus oleh korban, pelaku dendam dan akhirnya pelaku dengan berani menghabisi korban.

Tayang:
Editor: Dewi Agustina
Istimewa
Jajaran Polres Bener Meriah dibantu Dit Reskrimum Polda Aceh menangkap pelaku bernama Muksalmina alias Muksal (22), Minggu (5/5/2019) di rumahnya di Dusun Tgk Nyak Cut, Desa Meunasah Barat, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen. 

Laporan Wartawan Serambi, Subur Dani

TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH - Tim Polres Bener Beriah dibantu Dit Reskrimum Polda Aceh, dan Polres Bireuen menangkap Muksalmina (22).

Maksulmina adalah pelaku pembunuhan yang membuang mayat korbannya ke dalam parit di Kampung Wih Due, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (1/5/2019) lalu.

Muksalmina alias Muksal dibekuk polisi di rumahnya di Dusun Tgk Nyak Cut, Desa Meunasah Barat, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireun, Minggu (5/5/2019) sekira pukul 07.30 WIB, saat dia masih tertidur.

"Hari ini kita berhasil mengamankan pelaku atas nama Muksalmina di rumahnya,” tulis Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sartijo, dalam pesan Whatsapp, Minggu (5/5/2019) pagi.

Baca: Live Streaming RCTI Persija Jakarta vs Bali United, Siapa Bakal Susul Persib Bandung Selanjutnya?

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa sepeda motor korban dari pelaku.

Lantas apa motif pembunuhan tersebut?

Menurut Kombes Pol Agus Sartijo, motif pembunuhan adalah dendam.

Ternyata, pelaku terlilit utang kepada korban.

Merasa berang karena ditagih terus oleh korban, pelaku dendam dan akhirnya pelaku dengan berani menghabisi korban.

Baca: Hakim Kayat Minta Rp 500 Juta Jika Sudarman Ingin Bebas, Tapi Baru Dibayar Rp 100 Juta

"Dendam karena ditagih utang terus," jelas Kombes Pol Agus Sartijo.

Lantas berapa besar utang pelaku kepada korban?

"Tidak sampai lima juta," kata Kombes Pol Agus Sartijo.

Baca: Petinggi PKS Minta Presiden Jokowi segera Turunkan Tenaga Medis untuk Dampingi Petugas KPPS

Dieksekusi di Lokasi
M Ali (25) yang dibunuh dan jasadnya dibuang ke parit di Kampung Weh Due, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (1/5/2019) ternyata dieksekusi di lokasi oleh pelaku.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Bener Meriah, AKBP Fahmi Irwan Ramli, melalui Kasat Reskrim Iptu Wijaya Yudi.

Polisi berhasil menangkap terduga pelaku berinisial M (22) di rumah orang tuanya di Kampung Meunasah Barat, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Minggu (5/5/2019) pagi sekira pukul 07.30 WIB.

Ia menjelaskan dari hasil penyelidikan selama lima hari, tim gabungan yang terdiri dari Sat Reskrim Polres Bener Meriah dan Subdit III Jatarnas Polda Aceh serta dibantu Opsnal Satreskrim Polres Bireuen, berhasil menangkap dan mengamankan pelaku.

Pelaku juga mengakui perbuatannya.

Berdasarkan pengakuan pelaku, modus operandi karena dendam terkait utang.

ANGGOTA polisi dan TNI mengevakuasi mayat tanpa identitas di Kampung Weh Due, Kecamatan Permata, Bener Meriah, Rabu (1/5/2019).
ANGGOTA polisi dan TNI mengevakuasi mayat tanpa identitas di Kampung Weh Due, Kecamatan Permata, Bener Meriah, Rabu (1/5/2019). (Istimewa)

"Korban dan pelaku secara berboncengan berangkat ke Takengon. Jadi sampai di TKP pelaku yang melihat kondisi sekitaran yang sepi langsung mengeksekusi korban dan membuangnya ke parit pinggiran jalan," ungkap Iptu Wijaya Yudi.

Dari tanggan pelaku berhasil diamankan barang bukti sepeda motor milik korban yang disimpan di dapur rumah orang tua pelaku.

Diringkus di Rumah
Sebelumnya Polisi membekuk seorang pria yang diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap Muhammad Ali (25).

Seperti diketahui korban dibuang oleh pelaku dalam parit di Kampung Wih Due, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (1/5/2019).

Jajaran Polres Bener Meriah dibantu Dit Reskrimum Polda Aceh menangkap pelaku bernama Muksalmina alias Muksal (22), Minggu (5/5/2019) di rumahnya di Dusun Tgk Nyak Cut, Desa Meunasah Barat, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen.

"Pada hari Minggu, tanggal 5 Mei 2019 sekira pukul 07.30 WIB, Sat Reskrim Polres Bener Meriah yang diback-up tim Reskrim Um Polda Aceh serta dibantu oleh Opsnal Sat Reskrim Polres Bireun, berhasil mengamankan pelaku atas nama Muksalmina di rumahnya," tulis Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sartijo, Minggu (5/5/2019).

Menurut Kombes Pol Agus Sartijo pelaku dibekuk sekira pukul 07.30 WIB pagi ini saat pelaku masih tertidur.

"Dan dari hasil interogasi awal, pelaku mengakui semua perbuatannya telah melakukan pembunuhan terhadap korban," kata Kombes Pol Agus Sartijo.

Terduga pelaku pembunuhan warga Syamtalira Aron, Aceh Utara, yang dibuang keparit di Kampung Weh Due, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, berhasil dibekuk dan diamankan oleh polisi di rumah orang tua pelaku di Kampung Meunasah Barat, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Minggu (5/5/2019) pagi.
Terduga pelaku pembunuhan warga Syamtalira Aron, Aceh Utara, yang dibuang keparit di Kampung Weh Due, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, berhasil dibekuk dan diamankan oleh polisi di rumah orang tua pelaku di Kampung Meunasah Barat, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Minggu (5/5/2019) pagi. (Istimewa)

Dari tangan pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa sepeda motor milik korban Muhammad Ali.

"Pelaku dan barang bukti sudah diamankan ke Polres Bener Meriah guna proses penyidikan lebih lanjut," kata Kombes Pol Agus Sartijo.

Seperti diketahui, Rabu 1 Mei lalu, warga Kampung Wih Due, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat dengan luka tebas pada tubuhnya di dalam parit kampung tersebut.

Belakangan diketahui, korban bernama Muhammad Ali, warga Gampung Kanot, Kecamatan Syamtalira, Kabupaten Aceh Utara.

Luka Bacok
Sebelumnya sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan warga Kampung Wih Due, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (1/5/2019) pagi di parit pinggir jalan menuju Kampung Wih Due.

Lokasi itu juga merupakan tempat sebagian masyarakat membuang sampah.

Mayat tersebut diduga korban pembunuhan karena banyaknya bekas luka bacok di tubuhnya.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Fahmi Irwan Ramli, melalui Kasat Reskrimnya, Iptu Wijaya Yudi kepada Serambi menjelaskan, mayat tersebut pertama kali ditemukan seorang warga setempat sekira pukul 07.30 WIB.

Setelah dicermati, ternyata korban mengalami beberapa luka di bagian tubuhnya, seperti di bahu, kepala, dan perut akibat ditikam dengan senjata tajam.

"Kita langsung lakukan olah TKP untuk mengidentifikasi korban, kuat dugaan dia dibunuh kemudian dibuang ke situ," jelasnya.

Menurutnya, saat ditemukan korban hanya mengenakan celana pendek.

Di bagian bahunya terdapat luka tebasan menganga, di kepala korban terdapat dua bekas bacokan, dan di bagian perut kanan korban terdapat luka akibat tikaman dengan senjata tajam.

Baca: Dianggap Menghina Nabi, MUI Minta Masyarakat Memaafkan Andre Taulany

Berdasarkan olah TKP, Iptu Wijaya mengatakan di lokasi juga ditemukan barang bukti yang diduga milik korban tersebut, berupa dua helm, celana jin warna hitam, tiga buah baju, jam tangan warna hitam merek Suunto, kalung stainless steel bermata kalung peluru, tali pinggang warna cokelat, serta sepatu warna hitam.

Korban memiliki ciri-ciri bertubuh tegap, hidung mancung, kulit sawo matang, dan berambut pendek.

Pihak polisi belum bisa memastikan apakah korban sedang berkendara saat dihabisi, mengingat berasamanya terdapat dua helm.

Jajaran Polres Bener Meriah dibantu Dit Reskrimum Polda Aceh menangkap pelaku bernama Muksalmina alias Muksal (22), Minggu (5/5/2019) di rumahnya di Dusun Tgk Nyak Cut, Desa Meunasah Barat, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen.
Jajaran Polres Bener Meriah dibantu Dit Reskrimum Polda Aceh menangkap pelaku bernama Muksalmina alias Muksal (22), Minggu (5/5/2019) di rumahnya di Dusun Tgk Nyak Cut, Desa Meunasah Barat, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen. (Istimewa)

"Kita belum bisa memastikan apakah terkait dengan pencurian atau tidak, karena masih dalam proses lidik," ujar Iptu Wijaya.

Begitu ditemukan warga sekira pukul 08.30 WIB, mayat korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Muyang Kute di Bener Meriah untuk dilakukan visum et repertum.

"Identitas korban belum kita ketahui, tapi apabila ada warga yang merasa kehilangan sanak saudaranya bisa langsung menghubungi pihak kepolisian di Bener Meriah," kata Kasat Reskrim.

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Pelaku Pembunuhan di Bener Meriah Terlilit Utang, Dendam Ditagih Terus, Pelaku Habisi Korban

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved