Pemilu 2019

PPP Laporkan PPK Depok Sleman ke Bawaslu Terkait Hilangnya 1.508 Suara, Ini Tindakan Bawaslu

Rekapitulasi suara di Kecamatan Depok, Sleman, Jogjakarta masih menyisahkan masalah yang harus diselesiakan Bawaslu Sleman.

PPP Laporkan PPK Depok Sleman ke Bawaslu Terkait Hilangnya 1.508 Suara, Ini Tindakan Bawaslu
Tribunnews.com/ Glery Lazuardi
Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengesahkan rekapitulasi nasional hasil penghitungan suara Pemilu 2019 Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (12/5/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JOGJA - Rekapitulasi suara di Kecamatan Depok, Sleman, Jogjakarta masih menyisahkan masalah yang harus diselesiakan Bawaslu Sleman.

Hal itu terkait hilangnya suara dari PPP sebanyak 1.508 suara, dan secara bersamaan terjadi penggelembungan suara Nasdem.

Atas dasar itu, pihak PPP melaporkan dugaan pelanggaran pemilu ke Bawaslu Sleman, Senin (13/5/2019).

Ketua DPC PPP Sleman, HM Nasikhin mengatakan pelaporan ini adalah komitmen partai setelah menemukan hilangnya suara mereka.

"1.508 suara sempat berwisata ke partai lain. Meski pada akhirnya suara tersebut bisa kembali lagi. Tapi persoalanya yang mendasar bukan hanya suara 1.508 sudah kembali, tapi dari awal saya katakan ini ada sesuatau yang tidak beres," ujarnya.

Ia berasumsi, ada yang memanfaatkan kondisi PPP yang kurang beruntung di dapil 4 (Depok, Berbah) di mana PPP tidak mendapat kursi. Ia menilai dari situlah oknum di tingkat kecamatan bermain.

Nasikhin menekankan, setelah laporan ini, pihaknya akan terus mengawal proses penyelidikan. Ia ingin persoalan ini jelas arah hukumnya.

"Ini membuktikan pada masyarakat, bahwa inilah PPP inilah DPC PPP Sleman, benar-benar ada dan mampu bekerja, berbuat dan melakukan langkah-langkah tegas menjaga marwah partai," ujarnya.

"Satu hal lagi, siapa aktor yang berani mengajak wisata 1.508 suara milik PPP, ini yang harus ditelusuri karena ini benar-benar telah mencederai demokorasi yang kita junjung tinggi," paparnya.

Bawaslu Langsung Proses Laporan

Halaman
123
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved