Saiful Tusin Tewas Dibacok Saat Berada di Rumah Istri Muda, Diduga Motifnya Narkoba

Meski ada sejumlah warga melihat kejadian tersebut namun tidak ada yang berani melerai karena pelaku menyerang korban membaubi buta

Editor: Eko Sutriyanto
zoom-inlihat foto Saiful Tusin Tewas Dibacok Saat Berada di Rumah Istri Muda, Diduga Motifnya Narkoba
tribunnews.com/dok
Ilustrasi parang yang dikira kayu untuk memukul anaknya hingga berdarah darah

TRIBUNNEWS.COM,  PALI - Saiful Tusin (49) warga Desa Air Itam Kecamatan Penukal Kabupetan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tewas dibacok pria berinsial JR.

Saiful tewas karena mengalami luka bacokan disekujur tubuhnya.

Informasi dihimpun dilapangan, kejadian yang menggegerkan warga Desa Gunung Menang Kecamatan Penukal yang menjadi lokasi perkelahian berdarah tersebut, Senin (27/5/2019) sekitar pukul 07.00 WIB.

Dari keterangan Sumantri, Kepala Desa Gunung Menang, bahwa kejadian yang tidak terduga tersebut berlangsung di rumah istri muda korban.

Saat itu, kondisi desa tengah sepi.

Namun tiba-tiba datang pekaku JR dengan membawa parang ke kediaman istri muda korban (Dilema 52 tahun-red).

"Untuk motif pastinya kami belum tahu persis, tetapi antara pelaku dan korban memang sempat berkelahi. Korban pun akhirnya terkena bacokan hampir disekujur tubuhnya," ungkap Sumantri, Selasa (28/5/2019).

Menurut Sumantri, meski ada sejumlah warga melihat kejadian tersebut, namun tidak ada yang berani melerai.

Lantaran pelaku menggunakan parang dan membabi buta menghujamkan parangnya ke tubuh korban.

"Ketika korban sudah tersungkur berlumuran darah, pelaku masih sempat menebaskan parangnya ke arah tubuh korban lalu melarikan diri," ujarnya.

Warga mengetahui kejadian tersebut langsung membawa korban ke Puskesmas Babat yang kemudian dirujuk ke RS Prabumulih.

Saat dilakukan pertolongan, kondisi korban masih hidup meski mengalami luka parah.

"Korban sempat diberi pertolongan di RS Prabumulih, namun korban akhirnya meninggal dunia pada Senin malam sekitar pukul 21.30 WIB," jelas dia.

Dirinya berharap kasus ini segera terungkap, lantaran warga merasa resah.

"Pelaku maupun korban ini bukan berasal dari desa kami, tapi desa kami yang terkena imbasnya karena TKP disini (Gunung Menang-red)," ujarnya.

Kapolsek Penukal Abab, Iptu Alpian membenarkan kejadian tersebut.

Menurut Kapolsek, Polisi telah lakukan olah TKP dan telah mengumpulkan keterangan saksi-saksi.

"Motifnya diduga karena hutang piutang narkoba, namun masih kita dalami. Untuk pelaku menurut keterangan saksi, seorang diri dan identitas pelaku telah kita kantongi. Saat ini anggota kita tengah lakukan pengejaran," jelas Kapolsek.( SP/Cr2)

Sumber: Sriwijaya Post
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved