Breaking News:

Tangis Ayah Korban Kebakaran Pabrik Mancis Pecah Kala Jenazah Kedua Putrinya Tak Lagi Bisa Dikenali

Tak kuasa tahan tangis saat menjemput jenazah sang anak, ayah korban kebakaran pabrik korek api hanya bisa pasrah peluk bantal milik putrinya

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Utara berhasil mengidentifikasi 7 jenazah korban kebakaran pabrik mancis atau korek api gas di Langkat. 

TRIBUNNEWS.COM - Kasus kebakaran pabrik korek api di Binjai, Sumatera Utara yang terjadi pada Jumat (21/6/2019) masih menyisakan kesedihan bagi keluarga korban.

Bagaimana tidak, sebanyak 30 orang tak bersalah harus meregang nyawa akibat kasus kebakaran pabrik korek api, Binjai, Sumatera Utara tersebut.

Termasuk istri dan kedua anak Rusmanto yang menjadi korban kejadian nahas kebakaran pabrik korek api tersebut.

Dilansir dari Tribunnews, sebuah pabrik korek api di jalan Teungku Amir Hamzah, Desa Sambirejo, Kecamatan Langkat, Kabupaten Binjai, ludes terbakar pada Jumat (21/6/2019).

Berdasarkan informasi, api berhasil melahap habis bangunan dengan cepat lantaran bahan-bahan yang terdapat di dalam pabrik adalah bahan yang mudah terbakar.

Menurut laporan yang disampaikan oleh Ksibdit Bencana BPBD Langkat, Sugiono mengatakan sebanyak 30 orang tewas akibat terkunci di dalam pabrik.

Melansir Tribun Medan, seorang mantan pekerja pabrik mengatakan bila para pekerja memang selalu dikunci oleh mandor ketika merakit korek api.

Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya aksi pencurian.

BACA SELANJUTNYA

Penulis: Grid Network
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved