Cerita Pilu 25 Karyawan Tewas Kebakaran Pabrik Korek Api, Jerit Tak Terdengar Sebelum Pintu Didobrak

Cerita Pilu 25 Karyawan Tewas Kebakaran Pabrik Korek Api, Jerit Tak Terdengar Sebelum Pintu Didobrak

Cerita Pilu 25 Karyawan Tewas Kebakaran Pabrik Korek Api, Jerit Tak Terdengar Sebelum Pintu Didobrak
Tribun Medan
Jenazah pekerja pabrik mancis (korek api) dimakamkan berdampingan, Senin (24/6/2019) dinihari. 

Fakta-fakta memilukan di balik kebakaran pabrik korek api di Binjai, Langkat, Sumatera Utara: Mulai dari karyawan terjebak api sulit selamatkan diri hingga tewaskan 25 karyawan, dan ternyata cuma 1 karyawan yang punya BPJS Ketenagakerjaan dan tercover haknya. Lainnya? Menyedihkan .....

TRIBUNSTYLE.COM - Direktur Pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Krishna Syarif mendatangi pabrik korek api gas atau mancis milik PT Kiat Unggul di Jalan Tengku Amir Hamzah, Desa Sambirejo Dusun IV, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang terbakar pada Jumat (21/6/2019) lalu.

Usai meninjau lokasi pabrik yang sudah diberi police line itu, Krishna didampingi Deputi Direktur Wilayah Sumbagut Umardin Lubis dan Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kota Binjai, TM Haris Sabri Sinar mengunjungi rumah duka ahli waris Gusliana.

 5 Fakta Terbaru Kebakaran Pabrik Korek Api atau Manci di Binjai, 30 Orang Pekerja Tewas

Kepada orangtua korban, Hasan Suheri dan Kiptiah, dia mengatakan, turut berduka dan mengajak mengambil hikmah dari musibah yang terjadi bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan sangat penting.

"Selain kepedulian pengusaha, jaminan sosial ketenagakerjaan memberikan rasa aman dan tenang para pekerja atas resiko sosial yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Inilah yang menjadi perhatian BPJS Ketenagakerjaan untuk terus bersama-sama melakukan sosialisasi dan edukasi," kata Krishna, Selasa (25/6/2019).

Pengusaha harus terbuka menginformasikan kepada BPJS Ketenagakerjaan terkait aktivitas usaha yang dilakukan.

 Kesaksian Warga Pabrik Korek Api yang Terbakar: Belum Sempat Didobrak, Jeritan Korban Tak Terdengar

Mulai dari bentuk usaha, jumlah tenaga kerja hingga besaran upah yang dibayarkan supaya tidak ada kerugian yang dialami bila resiko sosial terjadi.

Seperti yang dialami Suheri dan Kiptiah, dua anaknya yaitu Sahmayanti dan Gusliana menjadi korban kebakaran.

"Namun hanya Almarhumah Gusliana memiliki hak di BPJS Ketenagakerjaan sebagai peserta.

HALAMAN SELANJUTNYA ===============>

Editor: Agung Budi Santoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved