Tawarkan Pijat Plus-plus, Manajer Panti Pijat di Tangerang Ditangkap Polisi, Tarifnya Rp 600 Ribu

Seorang manajer tempat pijat tradisional di Kabupaten Tangerang ditangkap polisi dari unit Direktorat Reserse Kriminal Polda Banten

Tawarkan Pijat Plus-plus, Manajer Panti Pijat di Tangerang Ditangkap Polisi, Tarifnya Rp 600 Ribu
TRIBUNJOGJA.COM/PUTRI FITRIA
ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, SERANG - Seorang manajer tempat pijat tradisional di Kabupaten Tangerang ditangkap polisi dari unit Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten.

Dikutip dari Kompas.com, manajer berinisial RY tersebut, ditangkap setelah terbukti menjadi pelaku penjual layanan pijat plus-plus lewat WhatsApp.

"Berawal dari informasi masyarakat, kami telusuri dan masuk group WhatsApp dimana mereka menjual layanan pijat," kata Kabag Wassidik Ditreskrimsus Polda Banten AKBP Dadang Herli kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis (4/7/2019).

RY ditangkap pada 28 Juni 2019 lalu di Ruko Cluster Sakura, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Tempat tersebut juga menjadi lokasi dimana pekerja seks komersial ( PSK) melayani tamu yang sudah melakukan order via WhatsApp.

Menurut Dadang, dalam aksinya, RY menawarkan pijat ke pelanggan di dalam grup tersebut dan juga update status dengan berbagai paket penjualan.

Setiap paket diberi sandi tertentu yang bisa dipilih oleh pelanggan.

"Ada kombo satu yang paling murah Rp 320 ribu, hingga yang paling mahal Rp 600 ribu itu kombo lima," kata dia.

Setiap paket kombo mendapatkan jenis layanan berbeda-beda.

Untuk yang paling mahal, kata Dadang, pelanggan akan dipijat oleh dua orang perempuan ditambah layanan spesial threesome selama satu jam.

Halaman
12
Editor: Sugiyarto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved