Ajak Hubungan Intim Sesama Jenis Ditolak, Mantan Napi Kasus Pembunuhan Kembali Bunuh Rekannya

Seorang duda mantan napi bunuh dan kubur teman prianya di belakang rumah warga. Gara-garanya, ajakkannya berhubungan intim sesama jenis ditolak korban

Ajak Hubungan Intim Sesama Jenis Ditolak, Mantan Napi Kasus Pembunuhan Kembali Bunuh Rekannya
Dennis Destryawan/Tribunnews.com
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang duda mantan napi bunuh dan kubur teman prianya di belakang rumah warga. Gara-garanya, ajakkannya berhubungan intim sesama jenis ditolak korban.

Duda asal Pelalawan Riau sebelumnya jadi korban sodomi di penjara. Saat itu, dirinya menjalani hukuman akibat membunuh.
Hingga akhirnya ia menyukai sesama jenis dan tega membunuh karena hasratnya tak kesampaian.

Duda itu bernama Asep, ia adalah tersangka utama dalam kasus pembunuhan dan sodomi ke korban Junjung Siregar (21) yang diungkap tuntas oleh Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Pelalawan.

Asep masuk penjara karena membunuh, dan menjalani hukuman selama 15 tahun, dan saat menjalani hukuman itulah ia jadi korban sodomi, dan selama 15 tahun dalam penjara membuat ia ketularan dan menjadi seorang yang suka sesama jenis atau homo.

Tersangka AM alias Asep (46) beserta seluruh barang bukti telah diamankan saat ekspos kasus, Senin (8/7/2019) lalu.

Berawal dari penemuan mayat korban terkubur tak wajar di belakang rumah warga Desa Petani Kecamatan Bunut, dalam kondisi telungkup dan telanjang.

Hingga pelaku ditangkap tiga jam setelah penemuan jenazah pemuda itu.

Setelah penyelidikan dan penyidikan intensif, didapati motif pembunuhan yakni orientasi seksual AM yang menyimpang yakni suka sesama jenis.

Korban diminta untuk berhubungan badan oleh AM, tapi menolak dan berujung ke pembunuhan serta disodomi dalam kondisi mati.

"Ternyata pelaku juga residivisi dalam kasus pembunuhan juga di Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Sudah bebas dari tahanan, ternyata membunuh lagi," ungkap Kapolres Pelalawan, AKBP Kaswandi Irwan SIK melalui Kasat Reskrim AKP Teddy Ardian SIK, kepada tribunpelalawan.com pada Selasa (9/7/2019).

Kasat Teddy menuturkan, berdasarkan penutura pelaku AM alias Asep pada kasus pertama, ia membunuh mandor di tempatnya bekerja di Tembilahan.

Setelah diproses hukum, Asep dikenakan hukuman 15 tahun penjara dan ditahan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Tembilahan.

Asep menjalani hukuman hingga selesai dan kembali menghirup udara bebas.

Selama mendekam di Lapas Tembilahan, di tempat itulah awal mula Asep terpapar perilaku seks menyimpang yakni menyukai sesama jenis atau homo seksual.
Halaman
1234
Editor: Sugiyarto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved