Soal Tumpahan Minyak, Rukun Nelayan Apresiasi Langkah Cepat Pertamina

Mereka terdiri dari RN Desa Sedari Kecamatan Cibuaya dan RN Desa Pusakajaya Utara Kecamatan Cilebar, Karawang.

Soal Tumpahan Minyak, Rukun Nelayan Apresiasi Langkah Cepat Pertamina
Tribun Jateng
Ilustrasi nelayan di Pantura 

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah perwakilan rukun nelayan mengapresiasi langkah Pertamina dalam mengatasi oil spill di Karawang, Jawa Barat. Mereka terdiri dari RN Desa Sedari Kecamatan Cibuaya dan RN Desa Pusakajaya Utara Kecamatan Cilebar, Karawang.

“Kalau disebut bagus, ya bagus. Mereka sangat peduli. Saya sendiri yang menginformasikan kepada Pertamina Jumat sekitar pukul sebelas malam. Mereka langsung tanggap dan meminta nelayan membantu,” kata Ketua RN Desa Sedari, Emong Sunarya, kemarin.

Ia pun menilai positif kesigapan Pertamina dalam mengatasi limbah minyak. Hanya sesaat setelah warga menginformasikan bahwa ceceran minyak sudah sampai ke pantai, Pertamina langsung memberdayakan warga nelayan untuk turut membantu mengambil oil spill dan memasukkan ke dalam karung.

Baca: Live Streaming TV ONLINE SCTV Timnas U-15 Indonesia vs Singapura, Piala AFF U-15, Kick Off 15.00 WIB

Baca: Harga Cabai Rawit Tembus Rp 100 Ribu/Kg, Mulai Stok Terbatas Sampai Petani Lokal Gagal Panen

Baca: Jefri Nichol Pernah Main ke Rumahnya, Ina Thomas Ungkap Kepribadian Asli Sang Aktor

Menurutnya, Pertamina melibatkan seratus persen nelayan Desa Sedari. Dari 120 nelayan di desa tersebut, lanjut Emong, seluruhnya turun untuk mengatasi oil spill. Pun demikian dengan peralatan, semua dari Pertamina.

“Semua peralatan dari Pertamina. Mulai sekop, centong, plastik, karung, dan bahkan masker. Nelayan hanya tenaganya saja,” jelas Emong.

Dan untuk pemberdayaan tersebut, lanjut Emong, Pertamina juga memberi upah kepada para nelayan. “Jadi sebenarnya ada hikmahnya juga. Ketika nelayan tidak bisa melaut seperti sekarang, Pertamina memberi pekerjaan kepada kami,” lanjut Emong.

Emong sendiri menjelaskan bahwa komunikasi dengan Pertamina memang lancar sejak dulu.

Hubungan baik tersebut terjalin jauh hari, sebelum insiden sumur YYA-1. Humas PHE ONWJ, memang beberapa kali berganti. Namun, lanjutnya, hubungan antara warga dan Pertamina selalu baik.

Baca: Insiden Penembakan di Festival Makanan California, Seorang Saksi Mata Awalnya Mengira Kembang Api

Baca: Paniknya Orangtua Bocah 9 Tahun Tersedak Makan Bakso di Masjid Tiban, Tewas Keluarkan Darah di Mulut

“Buktinya, saya menyimpan nomor ponsel Humas PHE yang sekarang. Sehingga ketika ada oil spill, saya langsung menghubungi beliau,” kata Emong. Emong melanjutkan, setelah menghubungi Pertamina, dia juga melaporkan kepada Wakil Kepala Dusun Tirtasari Desa Sedari, Kohar, karena memang dusun tersebut yang paling terdampak.

Kesan positif terhadap kesigapan Pertamina juga disampaikan Ketua RN Desa Pusakajaya Utara, Gopar. “Pertamina sangat bersungguh-sungguh,” kata warga RT 01/06 Dusun Mekarjati, tersebut terkait upaya Pertamina dalam mengatasi insiden tumpahan minyak yang sampai Pantai Mutiara.

Baca: Tes Kepribadian: Sebuah Desa atau Gajah? Apa yang Kamu Lihat Akan Ungkap Karaktermu Sesungguhnya!

Baca: Peluncuran Motor Dual Purpose Suzuki DR 150 Tinggal Tunggu Waktu

Menurut Gopar, Pertamina sangat cepat memberdayakan nelayan untuk membantu mengatasi ceceran minyak. Tidak hanya yang sampai pantai, namun juga yang berada di perairan. “Dari Pusakaja Utara ini, ada tiga kapal nelayan yang mengambil ceceran dari laut. Sedangkan perahu dari Pangkalanjati dan dari Cipucuk satu perahu,” kata Gopar.

Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved