Breaking News:

Warga dan Pedagang Gelar Salat Istigosah Berharap Tangkuban Parahu Tak Erupsi Lagi

Pemandangan berbeda terlihat di area pintu masuk Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu yang saat ini kondisinya berstatus Level II

Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Ratusan Warga dan pedagang saat salat istigosah di pintu masuk Gunung Tangkubanparahu, Senin (5/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, LEMBANG - Pemandangan berbeda terlihat di area pintu masuk Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu yang saat ini kondisinya berstatus Level II atau Waspada, Senin (5/8/2019).

Jalan menuju gunung yang terkenal dengan Legenda Sangkuriang itu, saat pagi hari sudah dipenuhi ratusan warga sekitar dan pedagang di Gunung Tangkuban Parahu untuk melaksanakan salat istigosah.

Beralaskan tikar dan karpet, tepatnya di depan loket tiket, mereka tampak khusyu berdoa untuk meminta agar bencana erupsi di kawasan wisata yang terletak di perbatasan Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kabupaten Subang itu segera berakhir.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meninjau Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu, di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin (29/7/2019). Pascaerupsi, Ridwan Kamil mengatakan bahwa pembukaan kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu akan ditentukan dalam dua hari ke depan setelah melakukan rapat koordinasi dengan BPBD, Polri, TNI, PVMBG, serta pengelola TWA. Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meninjau Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu, di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin (29/7/2019). Pascaerupsi, Ridwan Kamil mengatakan bahwa pembukaan kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu akan ditentukan dalam dua hari ke depan setelah melakukan rapat koordinasi dengan BPBD, Polri, TNI, PVMBG, serta pengelola TWA. Tribun Jabar/Gani Kurniawan (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Pada pagi hari, terlihat sekelompok perempuanberbondong-bondong datang membawa peralatan salat semisal mukena dan sajadah.

Begitupun dengan kaum laki-laki, mereka berpakaian rapi layaknya ketika mereka akan menjalankan salat Jumat.

Cuaca dingin di Gunung Tangkuban Parahu tak menyurutkan mereka untuk berdoa bersama meminta pertolongan agar terhindar dari bencana, menyusul terjadinya erupsi Gunung Tangkuban Parahu sejak akhir Juli lalu, bahkan hingga saat ini erupsi masih terus terjadi.

"Tujuan digelarnya salat istigasah ini agar masyarakat khususnya yang berdekatan dan bersentuhan langsung dengan Gunung Tangkuban Parahu bisa tetap tenang," ujar Ustaz Yandi, Pemuka Agama Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat usai salat istigosah.

Baca: Erupsi Gunung Tangkuban Perahu, SPBU Pertamina Tetap Beroperasi

Kedua, salat istigosah itu digelar agar masyarakat itu tidak takut, sehingga mereka itu disarankan hanya tetap bertwakal saja kepada sang pencipta, meskipun saat ini Gunung Tangkuban Parahu belum normal seperti biasanya.

"Saya dan semua warga, termasuk pedagang berharap, pasca adanya gelaran doa bersama ini kondisi Gunung Tangkuban Parahu bisa segera normal kembali," katanya.

Halaman
12
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved