Serangan Jamur pada Tanaman Sayuran dan Pangan Bisa Picu Gagal Panen

Saat ini petani Indonesia cenderung menggunakan pestisida secara berlebihan untuk mengatasi ancaman jamur tanaman

Serangan Jamur pada Tanaman Sayuran dan Pangan Bisa Picu Gagal Panen
istimewa
Penyemprotan fungisida massal pada tanaman padi, sayuran, jagung dan tembakau di Karawang, Rabu (7/8/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, KARAWANG - Sejumlah petani mengeluhkan perubahan cuaca ekstrem akhir-akhir ini.

Imbasnya berdampak pada kerusakan pada tanaman sayuran dan pangan mereka akibat timbulnya penyakit jamur tanaman.

“Serangan jamur bukan saja menurunkan kualitas komoditas yang dihasilkan, tetapi bahkan bisa berdampak gagal panen,” kata Winarno Tohir, Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Nasional saat
Menurut Winarno, akibat serangan jamur pada tanaman menimbulkan dampak kerugian yang nilainya besar.

Mohan Babu, Direktur PT Bayer Indonesia menyatakan, penyakit jamur pada tanaman merupakan ancaman utama pertanian Indonesia yang bisa berdampak kerugian triliunan rupiah pada petani serta penurunan produktivitas pertanian nasional sebesar 70 persen.

Ini pula yang mendorong Bayer menggelar penyuluhan dan pendampingan dalam pengaplikasian fungisida –dilanjutkan dengan penyemprotan fungisida massal pada tanaman padi, sayuran, jagung dan tembakau.

Baca: Pertamina Siapkan Skema Kompensasi Kerugian Akibat Kebocoran Minyak di Karawang

Acara ini melibatkan 5.000 petani di seluruh Indonesia, di 100 titik lokasi secara bersamaan, dari Aceh sampai Sulawesi Utara.

Kegiatan ini tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai penyemprotan terbesar.
Aktivitas ini bertujuan memberikan pendampingan kepada petani dalam mengaplikasikan fungisida Antracol secara tepat.

“Kami memberikan pelatihan pengetahuan produk dan penggunaan fungisida secara aman, meliputi penanganan produk saat menakar, mencampur, menyemprot dan penerapan Alat Pelindung Diri (APD),” katanya.

Baca: Kementan Siap Dukung Prasarana dan Sarana Pertanian Prukades Bangka Selatan

Dengan demikian, kata dia para petani/aplikator bisa meraih keberhasilan dan efektivitas produk secara menyeluruh tanpa mengkhawatirkan segi keselamatan.

Edy Purnawan, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian menuturkan, petani cenderung menggunakan pestisida secara berlebihan untuk mengatasi ancaman jamur  tanaman.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved