Asean Lakukan Pertemuan Lintas Sektoral untuk Bahas Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan

Pertemuan lintas sektoral negara-negara ASEAN tersebut digelar di Hotel Shangrila, Surabaya pada Rabu-Kamis (7-8/8/2019).

Asean Lakukan Pertemuan Lintas Sektoral untuk Bahas Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan
ist
Pertemuan lintas sektoral negara-negara ASEAN tersebut digelar di Hotel Shangrila, Surabaya pada Rabu-Kamis (7-8/8/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Menindaklanjuti pertemuan pertama ASEAN Cross-Sectoral and Cross-Pillar yang telah dilaksanakan di Bali, pada 4-5 April 2019 lalu.

Indonesia c.q. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Bareskrim Polri yang bertindak sebagai voluntary lead shepherd dalam Penanggulangan Terorisme dan Kejahatan Transnasional di Senior Officials Meeting on Transnational Crime (SOMTC) menggelar The 2nd ASEAN Cross-Sectoral and Cross-Pillar Meetings to Develop the Work Plan of the ASEAN Plan of Action to Prevent and Counter the Rise of Radicalisation and Violent Extremism (ASEAN PoA PCRVE) 2018-2025.

Pertemuan lintas sektoral negara-negara ASEAN  tersebut digelar di Hotel Shangrila, Surabaya pada Rabu-Kamis (7-8/8/2019).

Pertemuan kedua ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membahas masukan dari negara-negara anggota SOMTC dan Badan-Badan Sektoral/Organisasi/Entitas ASEAN yang hadir dalam The 1st Meeting terhadap draft Work Plan of the ASEAN PoA PCRVE 2018-2025 atau yang lebih dikenal dengan Draft Bali Work Plan.

Deputi III bidang Kerja Sama Internasional Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Andhika Chrisnayudhanto, S.IP, SH, MA, mewakili Kepala BNPT Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH, yang berhalangan hadir menyampikan bahwa hal-hal utama yang disampaikan pada pertemuan tersebut antara lain review hasil pertemuan pertama dari ASEAN PoA PCRVE yang dilaksanakan di Bali lalu dan hasil pertemuan dari Civil Society Organisation (CSO) Consultation of the ASEAN PoA PCRVE 2018-2025 di Kuala Lumpur, Malaysia, 2-3 Juli 2019 lalu.

“Selain itu juga perlu adanya pembahasan masukan dari SOMTC perwakilan negara anggota ASEAN dan Badan-Badan Sektoral/Organ/Entitas ASEAN yang relevan terhadap Draft Bali Work Plan serta pembahasan mengenai mekanisme monitoring dan evaluasi pelaksanaan implementasi work plan tersebut,” ujar Andhika Chrisnayudhanto, dalam sambutannya, Kamis (8/8/2019)

Lebih lanjut Andhika Chrisnayudhanto mengatakan, dengan digelarnya pertemuan tersebut diharapkan dapat disahkan di Pertemuan Tingkat Menteri AMMTC ke-13, yang akan berlangsung di Thailand, pada November 2019 mendatang.

“Implementasi hasil dari tindak lanjut ASEAN PoA PCRVE 2018-2025 dalam Work Plan of the ASEAN Plan of  Action to Prevent and Counter the Rise of Radicalisation and Violent Extremism (ASEAN PoA PCRVE) 2018-2025 ini dapat menjadi acuan bersama bagi negara anggota ASEAN untuk memperkuat kerja sama yang lebih erat lagi dalam mencegah dan melawan kebangkitan radikalisasi dan ekstremisme berbasis kekerasan,” ujanya.

Sebelumnya ditempat yang sama pada Senin-Selasa (5-6/8/2019) lalu SOMTC Indonesia selaku Chair of Working Group on Counter Terrorism bekerjasama dengan Pemerintah Amerika Serikat menyelenggarakan ASEAN-U.S. Workshop on Developing National Action Plans on Countering Violent Extremism (Lokakarya ASEAN-US tentang Pengembangan Rencana Aksi Nasional Negara-Negara ASEAN dalam Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan).

Pertemuan tersebut digelar sebagai upaya untuk mendorong negara-negara ASEAN dalam menyusun Rencana Aksi Nasional mengenai penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme (violent extremism).

Halaman
12
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved