Bappenas Sebut Program Kementan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Program Kementerian Pertanian (Kementan) disebut mampu memacu pertumbuhan ekonomi, khususnya di daerah

Bappenas Sebut Program Kementan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Istimewa
Kementerian Pertanian (Kementan) secara aktif melakukan upaya modernisasi pertanian dengan pengembangan teknologi pertanian, mulai dari perbenihan, cara tanam, perhitungan pola tanam berbasis IT, hingga mekanisasi. Pertanaman dan panen komoditas utama seperti padi dan jagung secara khusus dikembangkan pemanfaatan mekanisasi dengan alat mesin pertanian (alsintan) modern. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Program Kementerian Pertanian (Kementan) disebut mampu memacu pertumbuhan ekonomi, khususnya di daerah.

Hal itu seperti disampaikan Direktur Keuangan Negara dan Analisis Moneter Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Bappenas, Boediastoeti Ontowirjo.

Bappenas melalui risetnya menyatakan Kementerian yang dipimpin Amran Sulaiman dapat melaksanakan efektivitas belanja terhadap pertumbuhan ekonomi.

Baca: PAN dan Gerindra Dorong Wacana 10 Pimpinan MPR, PDI-P dan Nasdem Menolak

Kementan dinilai memiliki elastisitas atau daya dongkrak yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi, ketimbang belanja modal.

"Pertumbuhan ekonomi di daerah lewat belanja alat mesin pertanian (alsintan) dan input produksi," kata Boediastoeti, Senin (12/8/2019).

Menurutnya, setiap peningkatan satu persen belanja alsintan akan mendorong 0,33 persen peningkatan subsektor pertanian, peternakan, perburuhan dan jasa pertanian di daerah.

"Belanja barang yang produktif saya kira dapat menjadi terobosan ke depannya pada banyak kementerian/lembaga ketimbang belanja modal," tambahnya

Catatan Bappenas dalam kurun 2011 hingga 2018, belanja barang mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 0,08 persen, sementara belanja modal hanya mendorong 0,03 persen, dan belanja pegawai hanya 0,01 persen.

Padahal alokasi anggaran 2016 hingga 2017 belanja modal mengalami peningkatan paling tinggi, yaitu Rp 39,1 triliun, diikuti belanja barang sebesar Rp 31,8 triliun dan belanja pegawai Rp 7,5 triliun.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved