Pemberian Hewan Kurban Bagi Warga Pakis Jaya Karawang

Kecamatan Pakis Jaya merupakan salah satu daerah yang terdampak tumpahan minyak proyek YY, Blok Offshore North West Java (ONWJ)

Pemberian Hewan Kurban Bagi Warga Pakis Jaya Karawang
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Foto tidak terkait berita -- Warga menerima daging kurban yang dibungkus besek pada Iduladha 1440 H di Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Minggu (11/8/2019). Panitia Kurban Masjid Raya Bandung pada Iduladha 1440 H membagikan sekitar 5.000 daging yang dibungkus dalam besek, semua warga yang mengantri dapat terbagi semuanya. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, KARAWANG- Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia (SPPSI) Jakarta melakukan aksi simpatik kepada masyarakat yang terdampak Musibah ONWJ, yang berada di wilayah Kecamatan Pakis Jaya Karawang, Jawa Barat, Minggu (11/8/2019).

Aksi simpatik diberikan berupa pemberian hewan kurban secara simbolis oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) SPPSI, M. Anis, didampingi Anggota Dewan Penasihat SPPSI Fahrur Roezi dan beberapa pengurus lainnya yang diterima oleh tokoh masyarakat yang juga pemilik Pesantren Al Hasyim, Pakis Jaya, Karawang.

Sekjen SPPSI, M. Anis menyatakan, penyerahan hewan kurban berupa sapi ini merupakan bentuk silaturahmi SPPSI dengan masyarakat sekitar, khususnya Pondok Pesantren Salafiyah Al Hasyim di Dusun Bugis, Pakis Jaya, Karawang.

Terlebih, Kecamatan Pakis Jaya merupakan salah satu daerah yang terdampak tumpahan minyak proyek YY, Blok Offshore North West Java (ONWJ).

Baca: Kapal Patroli Sea and Coast Guard Kn. Alugara Awasi Penanganan Tumpahan Minyak di Tanjung Karawang

"Jadi dalam hal ini, selain silaturahmi, juga sebagai kepedulian kita terhadap masyarakat," ujar Anis.

Karenanya, ia berharap dengan silaturahmi ini akan terjalin hubungan yang baik antara SPPSI, Perusahaan dan lingkungan masyarakat sekitar.

Anggota Dewan Kehormatan SPPSI, Fahrur Roezi mengatakan SPPSI selaku serikat pekerja yang berada di Pertamina, merasa terpanggil atas peristiwa tumpahnya minyak di perairan Karawang.

"SPPSI mengambil porsi itu, bukan membersihkan pantai, tetapi lebih dari pendekatan penanganan dampak dengan melakukan komunikasi dan edukasi kepada masyarakat yang terdampak," katanya.

Pria yang biasa disapa Ozi ini menjelaskan, tindakan yang akan dilakukan adalah dengan mengorganisir masyarakat sekitar, untuk meminimalisir dampak dan proses recovery dari dampak ekonomi yang ditimbulkannya.

Baca: Upaya Menghalau Tumpahan Minyak Berlanjut, Pertamina Gelar Oil Boom 8.605 Meter

"Seperti keluhan air bersih. Nah kita mengorganisir guna meminimalisir dampaknya, dan mengajak karang taruna serta organisasi warga lain untuk proaktif dalam penanganan limbah," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al Hasyim, KH. Endin AJ Sofihara yang turut hadir dalam pemotongan hewan qurban menyampaikan ucapan terima kasih kepada SPPSI atas bantuannya.

KH. Endin Sofihara berharap SPPSI terus berkontribusi bagi masyarakat khususnya diwilayah terdampak limbah minyak Pertamina, karena musibah tumpahan minyak berpengaruh langsung terhadap perekonomian masyarakat.

Lebih jauh, KH. Endin menyatakan agar silaturahmi SPPSI dengan masyarakat dapat terus terjaga dan berjalan untuk masa depan.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved