Rabu, 3 Juni 2026

Siswa SMP Jadi Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Kota Semarang

Pembonceng yakni laki-laki tanpa identitas diduga masih sekolah SMP terjatuh dan terlindas roda belakang bus

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
net
Ilustrasi mayat 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Saiful Ma'sum


TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - 
Siswa kelas 1 SMP meninggal dunia dalam kecelakaan bus dengan plat nomer AD1417FG dengan sepeda motor berplat nomer H3319ANW , Sabtu (10/8) lalu sekitar pukul 20.45 WIB di Jalan Urip Sumoharjo, Mangkang, Tugu, Kota Semarang.

Kapolsek Tugu AKP Didi Dewantoro mengatakan, polisi sempat mengejar bus karena terus berjalan.

"Memang sempat dilakukan pengejaran bus karena tidak berhenti terus jalan. Tapi tidak begitu jauh sekitar 500 meter tersusul," tuturnya, Senin (12/8/2019).

Pengemudi bus bernama Ari Rus Sumanto asal Wonogiri mengaku tidak berniat untuk kabur namun tidak melihat dan tidak merasa menabrak atau terlibat dalam sebuah kecelakaan.

"Alasannya tidak berhenti karena merasa tidak menabrak jadi terus jalan karena kecelakaan berada di samping bus," lanjut Didi.

Lebih lanjut, kecelakaan yang terjadi kala itu menewaskan 1 orang di tempat.

Baca: Berenang di Gua, Supermodel Heidi Klum Didenda Rp 95 Juta

Adapun kronologinya, bus dengan nomer polisi AD1417FG dan sepeda motor nopol H3318ANW berjalan dari arah barat ke timur.

Keduanya bersenggolan sehingga mengakibatkan sepeda motor yang dikendarai 2 orang terjatuh.

Pembonceng yakni laki-laki tanpa identitas diduga masih sekolah SMP terjatuh dan terlindas roda belakang bus.

Adapun pengendara yang diketahui bernama Hendri Yulianto kelahiran Temanggung dalam keadaan selamat hanya luka ringan.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUP Dr Kariadi Semarang untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Kapolsek Tugu pun mengimbau kepada anak-anak khususnya orangtua anak agar tetap memperhatikan dan mengawasi apa yang dilakukan anak masing-masing.

Baca: 2 Teman Anak Bupati Bengkulu Tegah Korban Tewas Kecelakaan di Tol Purbaleunyi Orang Rancaekek

Tak lupa ia berpesan kepada para pengendara truk, bus maupun kendaraan besar lainnya untuk lebih berhati-hati dalam mengendarai di jalanan.

"Untuk orang tua yang memiliki putra putri masih belum cukup usia yaitu 17 tahun jangan mudah memberikan sepeda motor, jangan bangga mempunyai anak bisa naik motor tetapi kecewa setelah memberikan motor karena mengalami kecelakaan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved