Perampok Brutal Tembaki dan Bacok Bos Kopi, Duit Rp 500 Juta dan Emas 110 Gram Melayang
Pengusaha kopi asal Kabupaten Tanggamus, Supriadi (57), harus dirawat intensif di Rumah Sakit Immanuel Bandar Lampung
TRIBUNNEWS.COM, TANGGAMUS - Sebanyak 4 orang perampok sadis masuk merangkak ke dalam rumah di Tanggamus, Sabtu (10/8/2019).
Mereka lalu menembak dan membacok pemilik rumah, Supriadi (57).
Setelah itu, para perampok sadis itu kabur membawa uang Rp 500 juta dan emas 110 gram.
Pengusaha kopi asal Kabupaten Tanggamus, Supriadi (57), harus dirawat intensif di Rumah Sakit Immanuel Bandar Lampung, Senin (12/8/2019).
Dua selang tertancap di kepalanya.
Sementara, kedua kaki dan tangan kanannya mengalami luka tembak.
Supriadi menjadi korban perampokan di rumahnya di Pekon Sinar Banten Ulubelu, Tanggamus pada Sabtu (10/8/2019), sekitar pukul 02.30 WIB.
Sampai saat ini, para perampok belum berhasil ditangkap.
Baca: Pujian Sri Sultan Hamengkubuwono Kepada Hanung Bramantyo
Baca: Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Penuhi Panggilan Kejagung
Baca: Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Pengesahan RUU Pertanahan
Polda Lampung pun telah menurunkan tim ke guna mem-backup Polres Tanggamus.
Supriadi yang ditemui reporter Tribunlampung.co.id di rumah sakit menceritakan, dirinya baru saja dioperasi.
Sebelumnya, ia dirawat di rumah sakit Pringsewu kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Immanuel, Bandar Lampung.
Ia menuturkan, kejadian perampokan tersebut terjadi saat ia tengah terlelap tidur bersama anak dan istrinya.
Kejadian sekitar pukul 03.00 WIB.
Dirinya terbangun karena mendengar orang memukul pintu rumah bagian belakang.
Supriadi pun kaget mengetahui pintu rumah bagian bawah dijebol oleh kawanan perampok menggunakan palu godem.
"Jadi, masuknya merangkak dari pintu bagian bawah yang dijebol," ujarnya pelan.
Supriadi mengaku, setidaknya ada empat pelaku yang masuk ke dalam rumahnya.
Para perampok sadis itu membawa senjata api, obeng, senter, dan godem.
"Kemudian saya minta tolong, saya teriak-teriak ada 10 kali saya teriak sampai suara saya serak," kata dia bercerita.
Namun, teriakan tolong Supriadi tak mengundang warga, melainkan empat perampok tersebut langsung menuju kamarnya.
"Mereka masuk lalu gedor pintu kamar saya. Saya kunci kamar saya dan saya sembunyi di balik pintu," paparnya.
Baca: Wakil Wali Kota Solo Mengaku Legawa Jika PDIP Pilih Gibran Rakabuming Maju Pilwalkot 2020
Baca: Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Pengesahan RUU Pertanahan
Baca: Kekhawatiran Pengemudi Taksi Online karena Peraturan Ganjil Genap Diperluas
Namun, kawanan perampok sadis itu tak mau menyerah.
Supriadi mengaku, pintu kamarnya dijebol menggunakan palu godem.
"Pintu kamar saya dijebol bagian atas, setelah jebol, senjata api dan senter diarahkan ke anak istri saya yang ada di atas ranjang," ucapnya.
Supriadi pun kaget melihat adik iparnya Arita Sari (19), sudah ditawan oleh komplotan perampok yang menyatroni rumahnya.
"Dan mereka tahu saya sembunyi di balik pintu, lalu diberondong senpi. Saya kelua, karena saya takut adik ipar dan anak istri saya yang jadi sasaran. Padahal, saya sempat mau ambil celurit," tuturnya.
Setelah menjauh dari pintu, salah satu kawanan perampok membuka pintu kamar dari luar.
"Setelah masuk langsung ke arah saya. Seingat saya semuanya bawa senpi, tapi pelurunya sudah habis buat berondong tadi. Kemudian salah satu yang bawa airsoft gun datangi saya," sebutnya.
"Saya rebut senjatanya dia malah nembak kena tangan kanan saya dua kali, terus senjatanya diarahkan ke perut saya."
"Daripada kena badan saya, saya tahan ke arah bawah, dan meletus kena kaki kanan saya sebanyak tiga, dan kiri dua, kena tulang lagi," imbuhnya.
Setelah tak berdaya, Supriadi mengaku hanya bisa pasrah tertunduk kesakitan.
"Saat tertunduk saya dirangkul adik ipar. Dia bilang jangan bunuh kakak saya."
"Kemudian dia bacok kepala saya sambil nendang muka bagian kanan saya," sebutnya.
Baca: Messi Tolak Kedatangan Bek Bengal dari Inggris
Baca: Bowo Sidik Didakwa Terima Suap dari Direktur PT Humpuss Transportasi Kimia
"Saat akan dibacok lagi, adik ipar saya megangin golok pelaku. Pelaku sempat bilang, jangan pegang nanti kamu terluka."
"Tapi tahu sendiri golok dipegang tetap terluka. Adik ipar saya teriak minta tolong agar saya tidak dibunuh," tambahnya.
Kemudian, Supriadi mengaku ditawan dengan mengarahkan senter ke mukanya.
"Anak istri saya sempat diancam, anak saya luka disikut, dan anak saya yang nunjukin lokasi uangnya, karena anak saya mau dibunuh, dan istri saya ditampar karena nggak mau ngomong tempat nyimpan uang," kenangnya.
Supriadi mengatakan, saat itu, istrinya sempat memohon dan suruh ambil semua harta asalkan nyawa mereka selamat.
"Kemudian mereka ambil uang hampir Rp 500 juta dan emas 110 gram. Saya sudah gak bisa apa-apa, kepala saya sudah darah semua," tandasnya.
Trauma
Pascaaksi perampokan sadis di Pekon Sinar Banten Ulubelu Tanggamus, adik ipar Supriadi trauma.
"Setelah kejadian ini, adik ipar saya (Arita Sari) trauma, belum normal. Kalau lihat laki-laki teriak-teriak," terangnya.
Meski demikian, Supriadi mengaku adiknya yang paling berjasa lantaran memberanikan diri keluar rumah meminta tolong ke warga sekitar.
"Jadi kan hape saya istri rusak semua, memang dirusak sama pelaku, dan yang masih utuh hape adik saya," terangnya.
"Tapi setelah ditelepon berulang kali nggak ada teman yang ngangkat, dan adik saya ini memberanikan diri keluar nekat nyari bidan, karena luka saya memang parah, sedang pelaku baru keluar," imbuhnya.
Supriadi menambahkan, komplotan rampok tersebut pergi menggunakan sepeda motor.
"Kalau didengar suaranya pakai sepeda motor Vega," tandasnya.
Turunkan Tim
Mengetahui kasus perampokan di Pekon Sinar Banten Ulubelu Kabupaten Tanggamus, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung turunkan satu tim.
Dirreskrimum Polda Lampung Kombes Pol M Barly Ramadhany mengatakan, pihaknya menurunkan satu tim dari Subdit III Jatanras guna mengejar pelaku perampok sadis di rumah Supriadi.
"Satu tim sudah kami turunkan, untuk backup Polresta Tanggamus. Doakan bisa segera terungkap," ungkapnya, kemarin.
Disingung soal pelaku lebih dari empat, Barly belum berkomentar banyak.
"Saat ini masih dalam tahap lidik, kami kejar," tandasnya.
Sementara Kasatreskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas mengatakan, sampai saat ini pihaknya fokus menyelidiki kasus tersebut.
"Kami terus menyelidiki kasus ini dan beberapa hal yang mendukung pengungkapan terus dikumpulkan. Mohon kiranya doakan agar kasus ini cepat terungkap," ujar Edi.
Ia mengaku, sekarang ini pihaknya belum bisa mempublikasi perkembangan penyelidikan.
Semua itu dilakukan agar mempermudah dan mempercepat pengungkapan kasus. (tribunlampung.co.id/hanif mustafa)
Artikel ini telah tayang di tribunlampung.co.id dengan judul 4 Perampok Sadis Masuk Merangkak ke Dalam Rumah di Tanggamus, Berondong Peluru Pemilik Rumah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/supriadi-57-menjalani-perawatan-intensif-di-ruang-anggrek-rumah-sakit-immanuel.jpg)