Emil Dardak Dinilai Lebih Optimal di Eksekutif Dibandingkan Memimpin Partai Politik

Pengamat Politik FISIP Unair, Hari Fitrianto menilai, Emil Dardak lebih optimal jika berada di eksekutif dibandingkan memimpin parpol.

Emil Dardak Dinilai Lebih Optimal di Eksekutif Dibandingkan Memimpin Partai Politik
Humas Pemprov Jatim
Wagub Jatim Emil Dardak menjadi Keynote Speech Seminar Nasional Sustainable Business (SNSB) 2019 di Hotel Swissbell Inn Surabaya, Kamis (18/7/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak menjadi salah satu kandidat kuat pengisi kursi Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur menyusul mundurnya Soekarwo setelah ditunjuk sebagai salah satu Komisaris Utama (Komut) PT Semen Indonesia.

Pengamat Politik FISIP Unair, Hari Fitrianto menilai, Emil Dardak lebih optimal jika berada di eksekutif dibandingkan memimpin parpol.

Hal tersebut karena Emil Dardak merupakan tipikal pemimpin milenial yang lebih mengedepankan kerja-kerja kolaboratif daripada instruktif.

"Dan salah satu ciri generasi milenial, akan lebih transformatif ketika bekerja sesuai passionnya," kata Hari Fitrianto, Rabu (14/8/2019).

Baca: Gelar Upacara Kemerdekaan di Pulau Reklamasi, Anies: Tak Ada Wilayah Tertutup dan Eksklusif di Jakarta

Baca: 182 Pengungsi Nduga Papua Meninggal Dunia, Pengungsi Terpaksa Makan Rumput, Daun Kayu dan Kedinginan

Salah satu wujud nyata adalah ketika Emil Dardak menjadi Bupati Trenggalek.

Dalam setengah periode kepemimpinannya, Emil bisa membuat salah satu daerah terluar wilayah selatan ini mampu beranjak dari ketertinggalan.

Hari menilai, Partai Demokrat Jatim sebaiknya dipimpin kader organik dari partai yang paham betul karakter Partai Demokrat.

Wakil Gubernur Emil Dardak bersama Arumi Bachsin mulai menempati rumah dinas Pemprov Jawa Timur di Jalan Margorejo Blok C No 438, Surabaya. Fatimatuz zahroh/surya
Wakil Gubernur Emil Dardak bersama Arumi Bachsin mulai menempati rumah dinas Pemprov Jawa Timur di Jalan Margorejo Blok C No 438, Surabaya. Fatimatuz zahroh/surya (TRIBUNJATIM.COM)

"Emil Dardak merupakan tipikal pemimpin millenial yang memiliki nature profesional dan akan optimal jika diberi kesempatan konsentrasi berada di eksekutif," lanjut Hari Fitirianto.

Sebelumnya dalam hasil Survey yang dilakukan oleh Arus Survei Indonesia pada 26 Feb - 12 Maret 2019 yang didalamnya terdapat 110 pakar sebagai juri dari profesional, akademisi, jurnalis hingga praktisi pemerintah, Emil Dardak memiliki skor rata-rata paling tinggi pada Kategori figur millenial profesional dalam lima aspek, yaitu integritas dan rekam jejak, kompetensi dan kapabilitas, Inovasi dan kreativitas, Komunikasi publik dan pengaruh sosial serta kemampuan manajerial dan memimpin.

Dalam survey ini Emil Dardak mengungguli Nadiem Makarim, CEO Gojek; Founder Buka Lapak, Achmad Zaky; serta Inayah Wahid, putri Gus Dur. (Sofyan Arif Candra)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Pengamat Politik Unair : Emil Dardak Lebih Optimal di Eksekutif Dibandingkan Memimpin Partai Politik

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved