Anggota Polisi yang Terbakar Saat Demo di Cianjur Kondisinya Membaik, Segera Jalani Operasi Plastik

dua anggota Sabhara Polres Cianjur yang terbakar saat mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa di Cianjur beberapa waktu lalu, saat ini terus membaik

Anggota Polisi yang Terbakar Saat Demo di Cianjur Kondisinya Membaik, Segera Jalani Operasi Plastik
Istimewa
Kondisi Bripda Yuda Muslim, polisi yang terbakar dalam aksi unjuk rasa di Cianjur. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Kondisi Bripda FA Simbolon dan Bripda Yudi Muslim, dua orang anggota Sabhara Polres Cianjur yang terbakar saat mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa di Cianjur beberapa waktu lalu, saat ini terus membaik.

Bahkan keduanya kini telah dipindahrawatkan dari ruangan High Care Unit (HCU) ke ruangan perawatan umum Kemuning lantai 4 di RSHS Bandung.

Dokter spesialis operasi bedah plastik RSHS Bandung, Dr. Hardisiswo Soedjana,drSpBP-RE(K) yang menangani kedua pasien mengatakan, kondisi luka bakar yang dialami keduanya berbeda satu sama lain.

Dimana Bripda Yudi Muslim mengalami sekitar 13,5 persen, dengan derajat kedalaman yang cukup berat yaitu tingkat dua (full thickness burn), meliputi bagian leher, kedua tangan, dan sebagian wajah.

Sedangkan, Bripda FA Simbolon, mengalami 6,5 persen luka bakar tingkat dua (superficial partial-thickness burn) yang meliputi bagian leher, sebagian dada, dan lengan atas bagian kanan.

Dikarenakan luka bakar keduanya mengenai lapisan dermis paling dalam, sehingga dibutuhkan penanganan luka melalui skin graft berupa operasi pecangkokan atau penambalan jaringan kulit.

"Karena Pak Yudi mengalami luka bakar yang cukup dalam dan adanya ancaman infeksi, dibandingkan Pak Simbolon, maka dibutuhkan operasi, dan diperlukan perawatan yang lebih lama dibandingkan dengan derajat luka tingkat superficial burn, yang relatif bisa sembuh dalam waktu 7-10 hari dengan tumbuhnya epitel kulit dengan sendirinya," ujarnya kepada wartawan di RSHS Bandung, Jalan Pasteur, Kota Bandung, Senin (19/8/2019).

Akan tetapi menurutnya, dengan kondisi luka bakar dalam dialami Bripda Yudi dan Bripda FA Simbolon, meski dapat sembuh, tetap memerlukan proses yang lebih lama dan akan meninggalkan jaringan parut yang kurang baik dari estetika.

Sebab berpotensi akan menimbulkan terjadinya kontraktur (kelainan/pemendekan permanen) yang dikarenakan tertariknya otot pada jaringan lunak di bawah kulit bagian leher sehingga tidak akan bebas dalam bergerak.

Halaman
12
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved