Kisah Dina Nursadilah, Anggota Paskibra yang Kakinya Tertancap Paku tapi Tetap Kibarkan Bendera

Dina mengatakan, ia belum sadar jika benda tajam yang menusuk telapak kaki kanannya adalah paku berkarat.

Kisah Dina Nursadilah, Anggota Paskibra yang Kakinya Tertancap Paku tapi Tetap Kibarkan Bendera
TRIBUN/HO
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, PALU - Seorang anggota pasukan pengibar bendera (Paskibra) di Morowali Utara, Sulawesi Tengah, sempat viral di Facebook, usai melaksanakan tugas pengibaran bendera di halaman kantor Bupati Morowali Utara.

Dalam postingan tersebut, pemilik akun Andi Adiet Arsyil menulis status di mana ada seorang paskibra putri tertusuk paku saat melaksanakan tugas pengibaran bendera.

Setelah dilakukan pencarian akhirnya gadis pembawa baki itu di ketahui bernama Dina Nursadilah. Dina merupakan pelajar SMA Negeri I Petasia, Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

Dihubungi KOMPAS.com, Dina mengatakan, ia belum sadar jika benda tajam yang menusuk telapak kaki kanannya adalah paku berkarat.

Baca: Ahok dan Mantan Istrinya Veronica Tan Didorong Jadi Calon Wali Kota di Pilkada

"Belum tahu kalau itu paku, saya hanya berpikir jangan-jangan kerikil tajam. Saya terus berjalan langkah tegap sambil menahan rasa sakit," kata Dina, dihubungi KOMPAS.com, Senin (19/8/2019).

Menurutnya, ia baru tahu bahwa yang menusuk telapak kaki kanannya adalah paku berkarat seusai pengibaran itu.

Dina kemudian langsung dilarikan ke RS Kolonedale oleh petugas medis untuk mendapat perawatan.

Fitra, salah seorang purna paskibra 2017 lalu mengatakan, ia dan kawan purna lainnya juga sempat melihat raut wajah Dina yang meringis menahan sakit, hingga menimbulkan tanya.

Akhirnya, penyebabnya diketahui usai pengibaran.

Menurut Fitra, Dina merupakan anggota paskibra yang pantang menyerah.

Walau lukanya belum sembuh betul, ia tetap mau menyelesaikan tugasnya hingga penurunan sang merah putih pada sore harinya.

"Dan akhirnya Dina juga ikut serta dalam upacara penurunan bendera sore itu dan alhamdulillah prosesnya berjalan lancar," kata Fitra.

Soal lapangan becek, Fitra menjelaskan, bahwa sejak tiga tahun lalu atau tepatnya 2017, lapangan di halaman kantor Bupati Morowali Utara sudah mulai digunakan untuk kegiatan upacara 17-an.

Namun, hingga 2019 ini, lapangan tersebut tak kunjung diaspal atau dipasang paving.

Menurut Fitra, empat hari sebelum hari H untuk pengibaran, lapangan itu sempat ditimbun. Namun, pada malam harinya, hujan lebat mengguyur.

"Makanya pas mau digunakan, lapangan itu menjadi becek. Dan tidak mungkin memindahkan pelaksanaan peringatan HUT RI ke 74 itu," ujar Fitra.

Namun begitu ia dan kawan purna lainnya bersyukur adik angkatannya akhirnya bisa menaikkan sang merah putih tanpa ada kesalahan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kaki Tertancap Paku, Anggota Paskibra Ini Tetap Kibarkan Bendera"

Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved