Senin, 11 Mei 2026

Rusuh di Papua

Massa Sempat Rusuh di Jayapura, Mobil Dinas Dandim Alami Kerusakan

Kerusuhan sempat terjadi di Jayapura hari ini, Kamis (29/8/2019). Massa lempari mobil petugas dengan batu

Tayang:
Editor: Miftah
Regional Kompas
Ilustrasi kaca mobil pecah - Kerusuhan sempat terjadi di Jayapura hari ini, Kamis (29/8/2019). Massa lempari mobil petugas dengan batu 

Sedangkan jumlah aparat gabungan yang bersiaga juga sebanyak 500 personel dari TNI dan Polri.

Akibat berkumpulnya massa tersebut, akses jalan menuju Jayapura-Sentani terputus dan tidak ada akses jalan lainnya yang bisa dilalui oleh masyarakat.

2 warga sipil menjadi korban atas rusuh yang terjadi di Deiyai

Aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh telah terjadi di Wagethe, Ibu kota Deiyai, Papua, Rabu (28/8/2019) berakhir ricuh.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo melalui keterangan tertulis mengungkapkan, ada dua korban tewas dari warga sipil.

Dikutip dari Kompas.com, Dedi Prasetyo mengungkapkan, ada satu orang massa yang terkena tembakan di kaki dan meninggal di RS Enorotali.

Sementara satu lainnya meninggal dunia karena terkena panah di perut saat berada di halaman Kantor Bupati Deiyai.

"Satu orang massa kena tembakan di kaki dan meninggal dunia di RS Enarotali."

"Satu orang massa meninggal dunia kena panah di perut di halaman Kantor Bupati Deiyai," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo melalui keterangan tertulis, Rabu (28/8/2019).

Baca: Kabar Rusuh di Papua Terkini, Keterlibatan KKB hingga Jumlah Korban

Baca: Tri Susanti Dikunjungi Banyak Kerabat Usai Ditetapkan Jadi Tersangka

Kontak Senjata di Papua
Kontak Senjata di Papua (Istimewa)

Sementara dari pihak keamanan, dua anggota TNI dan empat anggota kepolisian menjadi korban.

Lima anggota lainnya juga mengalami luka akibat terkena anak panah.

Seluruh korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Enarotali untuk mendapatkan perawatan.

Informasi tersebut sekaligus memperbarui keterangan yang sebelumnya menyebutkan terdapat satu anggota TNI meninggal dunia dan lima anggota polisi terluka.

Saat dihubungi Kompas.com, Koordinator aksi, Yul Toa Motte menyebutkan, aksi ini terkait rasisme yang dialami mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Dedi Prasetyo menuturkan, pendemo meminta bupati menandatangi persetujuan referendum.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved