Minggu, 10 Mei 2026

Status Menyayat Sang Bunda Setelah Fatir Meninggal Setelah Dirundung

Di video tersebut, Fatir Ahmad terdengar merintih kesakitan sembari menyebut siapa yang telah merundungnya.

Tayang:
Editor: Hendra Gunawan
Eki Yulianto/Tribun Jabar
Sri Ani Lestari (38) ibu almarhum Fatir Ahmad, korban bullying teman sepermainannya mengungkap awal kronologis awal anaknya dipukul, Senin (9/9/2019). 

"Tegr nya bunda..kalo sy..udh ky apa itu," tulis Meyl Ummu Fattah HermaWan.

"Yg sabar ya bun pelajaran untuk para orang tua supaya lebih memperhatikan anak," tulis Sheryl Gwen Natasya.

"Ahli surga sayang dede bisa jadi ladang pahala ibu sama bp tabungan ibu buat di surga bu karna dede blum punya dosa pergi dalam keadaan suci yg sabar bu," tulis Mia Islamiati.

"Innalilahi wa innailaihi rojiun,,,tteh yang sabar ya,,,si dde na sing janten ahli surga, Amiiin," tulis Kaka Ubang.

Kronologi Kejadian

Sri Ani Lestari, ibu bocah almarhum Fatir Ahmad, korban bullying teman sepermainannya mengungkap awal kronologis awal anaknya dipukul, Senin (9/9/2019).

Ani menceritakan, saat itu sekitar 15.00 WIB pada akhir bulan Agustus ia melihat korban sedang bermain dengan beberapa teman di kompleksnya.

Saat sedang bermain, ia meminta korban masuk ke dalam rumah untuk mandi.

Namun, si korban menolak dengan alasan masih ingin bermain memutari kompleks tersebut.

"Lima menit sebelum kejadian pemukulan, saya nyuruh Fatir mandi, tapi dia menolak. Saat saya ingin masuk ke dalam rumah karena Fatir masih ingin bermain, belum sempat masuk, masih di teras, saya mendengar Fatir menangis. Sontak saya langsung menghampiri dan mempertanyakan apa yang terjadi," ujar Ani saat ditemui Tribuncirebon.com, Senin (9/9/2019).

Ia ditemui di sebuah rumah Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka

Setelah menghampiri, Ani mendapatkan informasi oleh teman korban, bahwa anaknya telah dipukul oleh teman sepermainannya yang berinisial I.

Mendengar informasi tersebut, ia langsung menginterogasi anaknya. Ia bertanya penyebab korban dalam kondisi menangis.

"Ketika saya tanya,'Dek sakit enggak?' Anak saya menjawab 'Enggak, mah'. Karena anak saya menjawab kayak gitu dan tidak kelihatan ada luka, saya tidak menegur anak itu (inisial I) dan saya tidak memperpanjang permasalahan tersebut karena tidak ingin ribut dengan tetangga," ucap dia.

Ani menambahkan, sepenglihatannya saat anaknya bermain, ia hanya melihat anaknya bermain dengan teman yang berinisial I.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved