Status Menyayat Sang Bunda Setelah Fatir Meninggal Setelah Dirundung
Di video tersebut, Fatir Ahmad terdengar merintih kesakitan sembari menyebut siapa yang telah merundungnya.
TRIBUNNEWS.COM -- Sri Ani Lestari (38), sempat mengungkapkan kerinduannya pada putranya, Fatir Ahmad.
Fatir Ahmad disebut-sebut jadi korban perundungan atau korban bully teman sepermainannya, hingga meninggal.
Cerita nahas yang dialami Fatir Ahmad sebelumnya sempat viral di media sosial dalam bentuk video.
Di video tersebut, Fatir Ahmad terdengar merintih kesakitan sembari menyebut siapa yang telah merundungnya.
Disebut-sebut, kejadian pembullyan Fatir Ahmad adalah di Bekasi, ia kemudian dimakamkan di Majalengka.
Melalui akun Facebook Fatir Ahmad, Sri sempat menuliskan pesan rindu kepada anaknya.
Baca: Telat Ikut Istigotsah, Bocah 11 Tahun Ini Dibawa ke Kebun untuk Memuaskan Nafsu, Lalu Dibunuh
Baca: Perampas Motor CBR Milik Warga Diringkus Polres Pidie
Baca: Terungkap Cara Kelvin Bakar Mobil Berisi Mayat Pupung dan Dana, Aulia Kesuma Siapkan 8 Botol Bensin
Ia menulis rindu saat bercanda seperti kepada teman.
"Apa kabar ganteng'y mamah,? Mmh kgn km de kita selalu berdua selalu becanda sprti teman," tulis Fatir Ahmad.
Kemudian, Sri juga menulis, ia kini kesepian.
Dia menulis, tak ada lagi yang 'mengomeli' dirinya di rumah kalau tidur belakangan.
"Tunggu mmh di surga ya de, amin," tulisnya.
Postingan tersebut langsung dikomentar secara beragam oleh warganet.
Tak sedikit warganet yang juga ikut berduka.
"Hati ku ikut sakiit baca nya pengen ikut cari keadilan buat si dede," tulis Hanny Aidam.
"Ya allah.. yang sabar yah bun, semoga husnul khotimah...
Mewek aku baca ini, apalagi saya seorang ibu.. g bisa ngebayangin kalau saya diposisinya mba..
Padahal masih kecil tp udah pintar ngebully, besarnya mau jadi apa?" tulis Eyrin Ririn Yusriani .
"Tegr nya bunda..kalo sy..udh ky apa itu," tulis Meyl Ummu Fattah HermaWan.
"Yg sabar ya bun pelajaran untuk para orang tua supaya lebih memperhatikan anak," tulis Sheryl Gwen Natasya.
"Ahli surga sayang dede bisa jadi ladang pahala ibu sama bp tabungan ibu buat di surga bu karna dede blum punya dosa pergi dalam keadaan suci yg sabar bu," tulis Mia Islamiati.
"Innalilahi wa innailaihi rojiun,,,tteh yang sabar ya,,,si dde na sing janten ahli surga, Amiiin," tulis Kaka Ubang.
Kronologi Kejadian
Sri Ani Lestari, ibu bocah almarhum Fatir Ahmad, korban bullying teman sepermainannya mengungkap awal kronologis awal anaknya dipukul, Senin (9/9/2019).
Ani menceritakan, saat itu sekitar 15.00 WIB pada akhir bulan Agustus ia melihat korban sedang bermain dengan beberapa teman di kompleksnya.
Saat sedang bermain, ia meminta korban masuk ke dalam rumah untuk mandi.
Namun, si korban menolak dengan alasan masih ingin bermain memutari kompleks tersebut.
"Lima menit sebelum kejadian pemukulan, saya nyuruh Fatir mandi, tapi dia menolak. Saat saya ingin masuk ke dalam rumah karena Fatir masih ingin bermain, belum sempat masuk, masih di teras, saya mendengar Fatir menangis. Sontak saya langsung menghampiri dan mempertanyakan apa yang terjadi," ujar Ani saat ditemui Tribuncirebon.com, Senin (9/9/2019).
Ia ditemui di sebuah rumah Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka
Setelah menghampiri, Ani mendapatkan informasi oleh teman korban, bahwa anaknya telah dipukul oleh teman sepermainannya yang berinisial I.
Mendengar informasi tersebut, ia langsung menginterogasi anaknya. Ia bertanya penyebab korban dalam kondisi menangis.
"Ketika saya tanya,'Dek sakit enggak?' Anak saya menjawab 'Enggak, mah'. Karena anak saya menjawab kayak gitu dan tidak kelihatan ada luka, saya tidak menegur anak itu (inisial I) dan saya tidak memperpanjang permasalahan tersebut karena tidak ingin ribut dengan tetangga," ucap dia.
Ani menambahkan, sepenglihatannya saat anaknya bermain, ia hanya melihat anaknya bermain dengan teman yang berinisial I.
Menurut Ani teman-teman yang lainnya berada jauh dari posisi anaknya dengan inisial I tersebut.
"Saya itu melihat Fatir bermain cuma dengan inisial I, teman-teman yang lainnya jauh," kata Ani.
Diketahui, bocah berusia 6 tahun, Fatir Ahmad meninggal dunia setelah dipukul dan ditendang oleh teman sepermainannya di wilayah Bekasi beberapa hari yang lalu.
Fatir mengembuskan napas terakhirnya setelah sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. (Yongki Yulius)
Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Pesan Menyayat Hati Ibu Fatir Ahmad, Bocah yang Meninggal Dibully, 'Kesepian, Tunggu Mamah di Surga'
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/sri-ani-lestari-38-ibu-almarhum-fatir-ahmad-korban-bullying-teman-sepe.jpg)