Peduli Syiar Islam di Sumsel, Herman Deru Dapat Piagam dari Ketua BWI Pusat

Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang Diketuai oleh Prof. DR. M. Nuh yang juga merupakan mantan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) RI memberikan apres

Peduli Syiar Islam di Sumsel, Herman Deru Dapat Piagam dari Ketua BWI Pusat
Pemprov Sumsel
Piagam penghargaan diserahkanvoleh Prof. M. Nuh kepada Herman Deru yang diwakili oleh Staf khusus Gubernur Bidang Agama, Drs H.Najib Haitami saat digelarnya pembukaaan dan seminar nasional Badan Wakaf Indonesia Goes To Campus aula Unsri Palembang, Kamis (12/9). 

TRIBUNNEWS.COM - Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang Diketuai oleh Prof. DR. M. Nuh yang juga merupakan mantan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) RI memberikan apresiasi kepada Gubernur Sumsel H.Herman Deru atas komitmennya memperhatikan khusus untuk kemajuan syiar Islam di Sumsel.

Yakni melalui sejumlah program diantara program pengumpulan dana zakat infak dan sodaqoh melalui BAZNAS, program satu desa satu rumah Tahfidz, Safari Ramadhan, Safari Jumat kegiatan syiar Islam lainnya.

Apresiasi tersebut diwujudkan dalam bentuk pemberian piagam penghargaan yang diserahkan langsung oleh Prof. M. Nuh kepada Herman Deru yang diwakili oleh Staf khusus Gubernur Bidang Agama, Drs H. Najib Haitami saat digelarnya pembukaaan dan seminar nasional Badan Wakaf Indonesia Goes To Campus aula Unsri Palembang, Kamis (12/9) pagi.

Baca: Herman Deru Tawarkan Kerjasama Bidang Pertanian ke Konsulat Jenderal Tiongkok

 “Saya ditugaskan pak Gubernur mewakili beliau membuka acara tersebut. Dan Pak Gubernur mendapatkan penghargaan dari BWI pusat berupa piagam penghargaan atas tekad Pak Gubernur yang konsen dalam memajukan syiar Islam di Sumsel,” tegas Drs H. Najib Haitami saat dibincangi
di sela-sela syafari Jumat Gubernur di Masjid An-Nur Kompleks Interbis Alang-Alang Lebar, Jumat (13/9).

Dikatakan Najib saat memberikan materinya pada seminar nasional BWI di Kampung Unsri tersebut, M. Nuh mengajak generasi milenial untuk memajukan wakaf produktif dan menjadikannya sebagai gaya hidup. Karena itu generasi muda di Sumsel butuhkan pemahaman wakaf dan berkontribusi untuk memajukan wakaf produktif, baik sebagai orang yang berwakaf maupun sebagai pengelola wakaf. 

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved