Pembunuhan Sadis

UPDATE Kasus Pembunuhan Mahasiswi Undiksha, Perjalanan Kasus Kodok hingga Divonis 14 Tahun Penjara

UPDATE Kasus Pembunuhan Mahasiswi Undiksha, Perjalanan Kasus Kodok hingga Divonis 14 Tahun Penjara

UPDATE Kasus Pembunuhan Mahasiswi Undiksha, Perjalanan Kasus Kodok hingga Divonis 14 Tahun Penjara
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kodok, pelaku pembunuh mahasiswi Undiksha, Ni Made Ayu Serli Mahardika. 

Chat Belajar Bareng Berujung Maut, Ini Perjalanan Kasus Kodok dan Tewasnya Mahasiswi Undiksha

TRIBUNNEWS.COM, BULELENG - Pembunuh mahasiswi semester IV, Jurusan Pendidikan Fisika, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja bernama Ni Made Ayu Serli Mahardika (20), Kadek Indra Jaya alias Kodok (21) divonis hukuman penjara selama 14 tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Singaraja, Selasa (17/9/2019).

Dalam vonis ini Kodok (21), tak akan banding dan menerima dengan vonis hakim tersebut.

Berikut adalah perjalanan kasus pembunuhan Ni Made Ayu Serli Mahardika oleh kekasihnya sendiri, Kadek Indra Jaya alias Kodok.

Foto korban semasa hidup.  Suasana tempat kos korban Made Ayu Serli Mahardika Jalan Wijaya Kusuma, Buleleng, Kamis (11/4/2019).
Foto korban semasa hidup. Suasana tempat kos korban Made Ayu Serli Mahardika Jalan Wijaya Kusuma, Buleleng, Kamis (11/4/2019). (Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani/ist)

Seorang mahasiswi Undiksha Singaraja, Ni Made Ayu Serli Mahardika, 20, ditemukan tewas membusuk di kamar kosnya kawasan Jalan Wijaya Kusuma Gang IV Nomor 1 Singaraja, Kamis (11/4/2019) siang pukul 13.00 Wita.

Mahasiswi yang notabene putri dari Kepala Sekolah (Kasek) SMPN 1 Baturiti, Tabanan, I Nyoman Suastika, ini diduga tewas dibunuh pacarnya.

Korban Ni Made Ayu Serli Mahardika, yang merupakan mahasiswi Semester IV Jurusan Pendidikan Fisika Undiksha Singaraja, ditemukan tewas tergeletak di kamar kosnya dalam kondisi mengenaskan.

Kepala korban dalam kondisi bengkak dan berair, mata (maaf) melotot, lidah menjulur, dan kulit tubuh sudah mengelupas.

Jenazah korban mengeluarkan bau busuk.

Pengungkapan kematian tragis mahasiswi cantik asal Banjar Senganan Kanginan, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Tabanan ini bermula saat teman-teman kuliahnya kehilangan kontak dengannya.

Mereka pun mulai panik dan berusaha mencarinya. Maklum, korban menjadi ketua panitia kegiatan pelatuhan di kampus.

Halaman
12
Editor: bunga pradipta p
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved