Kopi Cleng Dijual Eceran Rp 12 Ribu per Saset, BPOM Sebut Izin Edarnya Palsu

Para pedagang jamu menyebut, terdapat nomor izin BPOM pada kemasan Kopi Cleng dan Kopi Jantan.

Kopi Cleng Dijual Eceran Rp 12 Ribu per Saset, BPOM Sebut Izin Edarnya Palsu
Kopi Cleng - www.tokopedia.com
Kopi Cleng sudah marak dijual di pasaran, terdapat produk Kopi Cleng palsu yang harus diwaspadai, pernah masuk daftar Kopi Berbahya Bercampur Obat 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina Miranti

TRIBUNNEWS.COM, SUMEDANG - Para pedagang jamu menyebut, terdapat nomor izin BPOM pada kemasan Kopi Cleng dan Kopi Jantan.

Namun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut, izin edar kedua kopi yang dilabeli kopi kesehatan penambah stamina tersebut palsu.

Baik Kopi Cleng maupun Kopi Jantan mencantumkan nomor izin edar pada bungkusnya, tapi ketika dicek pihak BPOM, nomor tersebut palsu.

"Memang dicantumkan di situ (bungkus) nomor kode jenis dan izin edar, tapi nomor tersebut palsu," ujar Wenni.

Wenni mengatakan, karena nomor izin edar dua produk kopi tersebut palsu, maka berarti produk tersebut ilegal dan dilarang beredar di Indonesia.

"Kalau dia sudah tidak terdaftar, ya, dari sisi kandungan juga mengandung bahan berbahaya," ujarnya.

Staf Bagian Seksi Inspeksi BPOM Bandung, Wenni.
Staf Bagian Seksi Inspeksi BPOM Bandung, Wenni. (Tribun Jabar/Seli Andina Miranti)

Pengakuan Penjual Jamu

Harga kopi kesehatan penambah stamina yang menyebabkan belasan warga Sumedang masuk rumah sakit ternyata lebih mahal dibandingkan harga kopi pada umumnya.

Bila harga kopi biasa yang dijual di warung-warung berkisar pada Rp 1.500 hingga Rp 2.500 per saset, maka harga Kopi Cleng dan Jantan mencapai Rp 12 ribu.

Baca: Kopi Cleng yang Dikenal Warga sebagai Herbal Penambah Gairah Seks dan Stamina Ternyata Berbahaya

Halaman
123
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved